In-House Training CSR & Strategic Social Investment Program – PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB)

>>In-House Training CSR & Strategic Social Investment Program – PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB)

In-House Training CSR & Strategic Social Investment Program – PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB)

By | 2018-02-13T12:08:58+00:00 December 4th, 2017|Documentation|0 Comments

Dalam pelatihan ini, metode belajar yang diterapkan berupa paparan oleh narasumber, diskusi kelas, studi kasus, serta asistensi untuk pendalaman materi oleh Tim SII. Narasumber adalah profesional dan praktisi berpengalaman pada berbagai aspek penerapan CSR, termasuk pelibatan dan pengembangan masyarakat.

Pelatihan direncanakan berlangsung selama 2 hari, dengan usulan sistematika sebagai berikut:

  1. Hari pertama :  Konsep CSR sebagai bagian Manajemen Strategis, dan Konsep Pelibatan dan Pengembangan Komunitas untuk PT PJB. Pemahaman mengenai manajemen pemangku kepentingan (identifikasi, pemetaan dan strategi pembinaan hubungan),
  2. Hari kedua : Praktik pemetaan pemangku kepentingan, pemetaan sosial dan pengkajian kebutuhan komunitas, manajemen perencanaan program atau projek CSR, praktik perencanaan program pengembangan komunitas. Peran dan keterampilan pelaku pengembangan komunitas, dan Pemantauan, evaluasi dan pengukuran dampak program.

Materi dilengkapi pula dengan studi kasus untuk memperdalam penguasaan materi atau untuk mendekatkan peserta pada contoh keseharian.

In-House Training ini telah diadakan pada tanggal 7-8 September 2017 di Ruang Dr. Sutomo, Gedung-B PJB Academy, Jl Jemursari – Surabaya. Dengan mengandeng Social Investment Indonesia (SII) sebagai lembaga yang sudah berpengalaman dalam membantu perusahan dalam program CSR yang berkelanjutan untuk memberikan pelatihan yang dibutuhkan. Peserta yang telah mengikuti In-House Training CSR for Social Investment Program ini sebanyak 33 orang.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan tambahan pengetahuan dan pemahaman kepada staf pelaksana program pengembangan masyarakat, khususnya berkenaan dengan konsep pengembangan masyarakat beserta tahapan-tahapan dalam pelaksanaan program pengembangan masyarakat;
  2. Memberikan pemahaman mengenai tantangan dan peluang untuk pengembangan program pengembangan masyarakat dalam industry berbasis sumber daya alam/ekstraktif;
  3. Memberikan tambahan keterampilan bagi pelaksana program dalam melakukan perencanaan program, khususnya berkenaan dengan pemetaan pemangku kepentingan, pemetaan sosial dan penyusunan dokumen perencanaan program.

Beberapa peserta menceritakan pengalamannya dalam menghadapi kendala di unitnya. Salahsatunya terjadi premanisme oleh masyarakat sekitar kemudian demo dengan isu lingkungan sampai terdapat pihak yang melakukan pemintaan dana projek saat operasional kerja berlangsung.

Beberapa hal tersebut memang banyak terjadi di perusahaan-perusahaan yang memiliki lokasi projek/program yang bersinggungan dengan masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan management stakeholder untuk meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Misalnya saja dengan mengadakan program CSR di lingkungan masyarakat dengan pendekatan yang baik tanpa membawa embel-embel projek yang berorientasi pada uang, guna meningkatkan produktivitas masyarakat sehingga dapat pula meningkatkan perekonomian mereka melalui pembinaan yang kita berikan dengan pendekatan personal. Hal tersebut dapat berdampak positif bagi kelancaran proses operasional perusahaan seperti akses jalan yang lancar tanpa adanya pungli, penutupan jalan oleh warga, dan semacamnya. Hal itu lah yang merupakan sebagian kecil dari nilai investasi yang akan didapat perusahaan nantinya.

Dan terakhir acara ditutup oleh MoT Agung Wisnuwardana dengan ucapan salam, kemudian dilanjutkan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan kegiatan pelatihan In-house ini.

About the Author:

Social Investment Indonesia (SII) merupakan perusahaan konsultan yang mempunyai dedikasi untuk mengembangkan dan menyebarkan peran penting & strategis serta manfaat investasi sosial, baik bagi perusahaan maupun pemangku kepentingannya. Melalui pendekatan yang kami miliki dan telah teruji secara empiris, kami memiliki keyakinan bahwa kami dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan pemangku kepentingannya

Leave a Reply

%d bloggers like this: