BISNIS UNTUK KEBAIKAN

>>BISNIS UNTUK KEBAIKAN

BISNIS UNTUK KEBAIKAN

By |2018-02-13T11:31:20+00:00February 8th, 2018|Articles|0 Comments

by. Jalal
Chairman of Advisory Board
Social Investment Indonesia

Lewat rubrik ini kami pernah menuliskan soal Benefit Corporation (B Corp) pada bulan September 2016. Perusahaan-perusahaan yang menjadi B Corp—dibuktikan lewat sebuah proses sertifikasi yang sangat ketat—bersumpah untuk menjadikan bisnis sebagai motor penggerak perubahan ke arah kebaikan; mementingkan manusia dan lingkungan dalam menjalankan seluruh aspek bisnisnya; membawa manfaat, dan menghindari mudarat, kepada seluruh pemangku kepentingan; serta menegaskan kesalingtergantungan dan bertanggung jawab kepada sesama dan generasi mendatang.

Selang satu setengah tahun kemudian, sebuah acara B Corp menyambangi Indonesia. Pada tanggal 25 Januari 2018 di Jakarta diselenggarakan sebuah diskusi bertajuk Business as a Force for Good. Panelisnya adalah Marcello Palazzi (B Lab – Global Ambassador), Corey Lien (Vice Chairperson – Asia Pacific B Corp Association), Corine Tap (President Director – Danone-AQUA), serta Samantha Jackson (Managing Director – Percolate Galactic).

Palazzi memberikan penjelasan panjang lebar soal B Corp, termasuk bagaimana proses sertifikasinya—disebut The B Corp Impact Assessment—dilaksanakan. Secara umum, sertifikasi tersebut akan melihat kebijakan dan kinerja perusahaan dalam aspek-aspek tata kelola, ketenagakerjaan, komunitas, lingkungan, dan model bisnis.

Tampak sangat jelas bahwa empat indikator terkait model bisnis adalah yang paling membedakan sertifikasi B Corp dengan yang lain. Indikator pertamanya adalah dampak langsung dari produk dan jasa perusahaan. Berikutnya adalah tentang bagaimana perusahaan melayani komunitas yang biasanya tidak mendapatkan pelayanan dari bisnis maupun sektor lainnya (underserved communities). Ketiga, dampak material dari rantai pasokannya. Terakhir, tentang inovasi, kewirausahaan, dan disrupsi.

Dengan dua puluh indikator yang dinilai secara ketat, memang tak mudah bagi perusahaan untuk mendapatkan sertifikat bergengsi tersebut. Lien menjelaskan bahwa di Asia jumlah perusahaan yang bisa lolos dari sertifikasi itu masih jauh di bawah seratus, tepatnya baru ada 66 perusahaan dari 16 negara, walaupun ketertarikan perusahaan di benua ini jelas meningkat dengan drastis dari tahun ke tahun.

Bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Di penghujung 2014 terdapat sebuah perusahaan alas kaki berbasis di San Francisco dan Bali, Indosole, berhasil memeroleh sertifikat itu. Di pertengahan 2016, Percolate Galactic, sebuah perusahaan komunikasi beralamat di Jakarta memeroleh sertifikat B Corp kedua di tanah air. Itulah mengapa dalam diskusi tersebut Jackson berbicara untuk membagi pengalamannya dalam mengikuti proses sertifikasi dan manfaat yang kemudian diperolehnya.

Lalu apa yang membuat Danone AQUA menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut? Ternyata, pada tanggal 27 April 2017, dalam Rapat Umum Pemegang Saham, CEO Danone, Emmanuel Faber, secara tegas menyatakan bahwa Danone—yang secara global beroperasi di 130 negara—berkomitmen untuk mendapatkan sertifikasi tersebut. Bukan saja perusahaan induknya di Prancis, melainkan juga anak-anak perusahaannya.

Pernyataan Faber tentu membuat geger seluruh dunia, lantaran belum ada perusahaan sebesar Danone yang mengumumkan berkomitmen menjadi B Corp. Perusahaan-perusahaan terkenal macam Triodos Bank, Patagonia, dan Ben & Jerry’s sudah berhasil mendapatkan sertifikat itu, tetapi ukuran mereka semua jauh di bawah Danone. Kalau Danone dan anak-anak perusahaannya berhasil lolos dari sertifikasi itu, tentu akan jadi dorongan yang sangat besar bagi gerakan B Corp di level global.

Sebetulnya, sebelum Faber mengumumkan komitmen itu, di penghujung 2015 Danone sudah memiliki perjanjian kemitraan dengan organisasi B Corp. Perjanjian kemitraan itu membuat Danone memersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Hasilnya tidaklah mengecewakan. Dari berbagai anak perusahaan yang sudah menjalani proses sertifikasi, yang bisa memakan waktu lebih dari satu tahun itu, 5 anak perusahaan Danone sudah berhasil mendapatkan sertifikat.

Kalau kemudian ada yang bertanya apakah Danone-AQUA akan mendapatkan sertifikat tersebut, jawabannya belum bisa diketahui. Yang jelas, pada acara tersebut, Tap mengumumkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya memang sudah berada di penghujung proses sertifikasi. Hasilnya? Akan kita lihat dalam beberapa minggu ke depan. Ketika pengumuman oleh B Corp keluar, dipastikan rubrik ini akan menuliskannya.

Tulisan ini terbit di Harian Kontan pada tanggal 8 Februari 2018.

About the Author:

Social Investment Indonesia (SII) merupakan perusahaan konsultan yang mempunyai dedikasi untuk mengembangkan dan menyebarkan peran penting & strategis serta manfaat investasi sosial, baik bagi perusahaan maupun pemangku kepentingannya. Melalui pendekatan yang kami miliki dan telah teruji secara empiris, kami memiliki keyakinan bahwa kami dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan pemangku kepentingannya

Leave a Reply

%d bloggers like this: