FGD “MERUMUSKAN STRATEGI KOLABORASI MULTIPIHAK DALAM PENGELOLAAN DAS REJOSO”

>>FGD “MERUMUSKAN STRATEGI KOLABORASI MULTIPIHAK DALAM PENGELOLAAN DAS REJOSO”

FGD “MERUMUSKAN STRATEGI KOLABORASI MULTIPIHAK DALAM PENGELOLAAN DAS REJOSO”

By |2018-09-13T09:22:52+00:00July 13th, 2018|Articles|0 Comments

“Merumuskan Strategi Kolaborasi Multipihak dalam Pengelolaan DAS Rejoso”

Gerakan RejosoKita kembali melakukan kegiatan focus discussion group “Merumuskan Strategi Kolaborasi Multipihak dalam Pengelolaan DAS Rejoso”  26 April 2018 bertempat di gedung BPDAS-HL Brantas Sampean. Kegiatan focus discussion group  ini merupakan tindak lanjut dari focus discussion group  yang yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan FGD yang dilakukan sekarang ini bertujuan merumuskan model kelembagaan yang tepat untuk pelestarian DAS Rejoso dengan prinsip harus mewakili seluruh kepentingan, tidak bertentangan dengan peraturan perundang undangan yang berlaku serta perlunya sinkronisasi dengan beberapa flatform multistakeholder.

Hadir dalam acara tersebut  Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup PDAB Jawa Timur, BPDAS-HL Brantas Sampean, Dinas PU Cipta Karya Prov. Jawa Timur, Global Water Partnership South East Asia, Forum DAS Pasuruan, sektor swasta dan Pegiat Lingkungan. Focus Group Discussion ini dibuka oleh Gerakan RejosoKita yang diwakili Direktur Eksekutif Yayasan Social Investment Indonesia (YSII) Pitono Nugroho” kegiatan ini merupakan FGD lanjutan dari FGD sebelumnya yang membahas tentang Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) Rejoso secara terpadu dan berkelanjutan dan untuk kegiatan kali ini lebih memfokuskan kepada pembentukan model kelembagaan dari pelestarian DAS Rejoso agar tercapainya pengelolaan DAS Rejoso yang berkelanjutan.

“Dalam kelembagaan jangan mengedepankan ego sektoral tetapi harus multistakeholder dan bersinergi bersama sesuai peran masing-masing. Adanya proyek SPAM Umbulan yang merupakan salah satu proyek strategis Nasional di DAS Rejoso menjadi pemicu untuk pengelolaan DAS Rejoso secara keberlanjutan. Penerima manfaat dari SPAM Umbulan tidak hanya di Pasuran saja tetapi lintas kabupaten, sehingga diperlukan sinergi yang kuat untuk mengelola DAS Rejoso di tingkat Provinsi Jawa Timur. Pengelolaan DAS harus dilaksanakan secara tepat yaitu melalui perencanaan, kelembagaan, implementasi dan monitoring & evaluasi” tutur Ir. Alrasyid, M.Si Kepala BPDAS-HL Brantas Sampean.

Turut hadir dalam acara ini Ir. Sasmitohadi, M.Si ketua Forum DAS Brantas Sampean memaparkan perencanaan pengelolaan DAS harus dilakukan secara holistik, komprehensif dan terpadu sesuai peran masing-masing stakeholder. Pengelolaan DAS juga perlu melibatkan masyarakat secara partisipatif (Pemberdayaan) yang nantinya akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan DAS”.

“Gerakan RejosoKita harus terus menerus mengajak sebanyak mungkin pihak untuk turut bergabung dalam pengelolaan dan pelestarian DAS Rejoso. Kemudian kelembagaan yang bentuk nantinya dinaungi oleh SK Gubernur.” tegas Eko Prasetyo (Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur)

Fany Wedahuditama dari Global Water Partnership South East Asia, “Mengatakan untuk kelembagaan yang nanti akan dibentuk harus memiliki misi dan pengelola yang jelas juga membuat analisis multistakehoder”

Pada kegiatan diskusi, peserta diarahkan untuk memilih struktur kelembagaan yang tepat untuk pengelolaan DAS Rejoso. Semua peserta menyepakati untuk membentuk sebuah forum sebagai struktur kelembagaan yang di implementasikan di DAS Rejoso dengan nama lengkap yaitu Forum Peduli DAS Rejoso atau yang disingkat FPDR.  Selalin itu, pada kegiatan diskusi disepakati pula dibentuknya sebuah tim kecil untuk membahas melebih lanjut model dan bagan struktur sebagai pola koordinasi dari FPDR itu sendiri. Anggota tim kecil berisikan 9 orang dari berbagai sektor baik dari sektor pemerintah, swasta dan masyarakat. Kegiatan FGD ini akan terus berlanjut hingga terbentuknya sebuah payung hukum untuk menjadi patokan atau acuan kegiatan Forum Peduli DAS Rejoso kedepannya. Kegaitan FGD ke 3 akan lebih merumuskan rencana strategi dari Forum Peduli DAS Rejoso.

#####

Tentang RejosoKita

Aliansi RejosoKita adalah kerja sama multi-pihak untuk mengembangkan pengelolaan sumber daya air di Daerah Aliran Sungai Rejoso secara terpadu melalui investasi bersama antara pemangku kepentingan dan pengelolaan berbasis kinerja yang akan membawa dampak positif baik secara sosial, ekonomi dan lingkungan. Diinisiasi oleh Yayasan Social Investment Indonesia (YSII), The World Agroforestry Center (ICRAF), The Nature Conservancy (TNC), dan Collaborative Knowledge Network (CK-Net) Indonesia, aliansi ini mendukung  #GerakanRejosoKita sebagai sebuah gerakan yang dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya air di Rejoso bagi masyarakat di Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya.

Artikel ini juga dirilis di: https://www.rejosokita.org/berita-649-fgd-merumuskan-strategi-kolaborasi-multipihak-dalam-pengelolaan-das-rejoso-.html

Instagram:  @rejosokita

Twitter: @RejosoKita

fanpage : @gerakanrejosokita

About the Author:

Social Investment Indonesia (SII) merupakan perusahaan konsultan yang mempunyai dedikasi untuk mengembangkan dan menyebarkan peran penting & strategis serta manfaat investasi sosial, baik bagi perusahaan maupun pemangku kepentingannya. Melalui pendekatan yang kami miliki dan telah teruji secara empiris, kami memiliki keyakinan bahwa kami dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan pemangku kepentingannya

Leave a Reply

Join Our Newsletter Today On The Writers Social Investment

Stay updated with all latest updates,upcoming events & much more.
Subscribe
SUBSCRIBE NOW
close-link
%d bloggers like this: