Prinsip-prinsip International Council on Mining and Metals (ICMM)

Diterjemahkan oleh:

Jalal
Chairperson of Advisory Board
Social Investment Indonesia

Prinsip 1. Menerapkan praktik bisnis yang etis serta sistem tata kelola perusahaan yang baik dan transparan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan

  • Mengembangkan dan menerapkan pernyataan perusahaan tentang prinsip-prinsip bisnis yang etis, serta praktik-praktik yang perusahaan berkomitmen untuk menegakkanya.
    Melaksanakan kebijakan dan praktik yang berupaya mencegah penyuapan dan korupsi.
  • Memenuhi atau bahkan melampaui persyaratan hukum dan peraturan negara tuan rumah.
  • Membangunkemitraan dengan pemerintah, industri dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencapai kebijakan publik, undang-undang, peraturan, dan prosedur yang tepat dan memfasilitasi kontribusi sektor pertambangan, mineral dan logam terhadap pembangunan berkelanjutan dalam strategi pembangunan berkelanjutan nasional.

Prinsip 2. Mengintegrasikan pembangunan berkelanjutan dalam strategi perusahaan dan proses pengambilan keputusan

  • Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan praktik perusahaan.
  • Merencanakan, merancang, mengoperasikan, dan menutup operasi dengan cara yang meningkatkan kinerja pembangunan berkelanjutan.
  • Menerapkan praktik yang baik dan berinovasi untuk meningkatkan kinerja sosial, lingkungan, dan ekonomi sembari juga meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
  • Mendorong pelanggan, mitra bisnis, dan pemasok barang dan jasa untuk mengadopsi berbagai prinsip dan praktik yang setara dengan milik perusahaan.
  • Memberikan pelatihan pembangunan berkelanjutan untuk memastikan kompetensi yang memadai di semua tingkatan bagi karyawan perusahaan dan kontraktor.
  • Mendukung beragam kebijakan dan praktik publik yang mendorong pasar terbuka dan kompetitif.

Prinsip 3. Menghargai hak asasi manusia, serta kepentingan, budaya, adat istiadat dan nilai-nilai karyawan dan masyarakat yang terpengaruh oleh kegiatan perusahaan

  • Memastikan remunerasi dan kondisi kerja yang adil dan baik untuk semua karyawan, serta tidak pernah menggunakan pekerja paksa, wajib atau anak.
  • Melibatkan karyawan secara konstruktif dalam isu-isu yang menjadi perhatian bersama.
  • Menerapkan kebijakan dan praktik yang dirancang untuk menghilangkan pelecehan dan diskriminasi yang tidak adil dalam semua kegiatan perusahaan.
  • Memastikan semua karyawan, termasuk personel keamanan, diberikan pelatihan dan panduan yang sesuai tentang isu-isu budaya dan hak asasi manusia.
  • Meminimalkan pemindahan yang bersifat bukan sukarela, dan memberikan kompensasi yang adil kepada masyarakat atas dampak negatif ketika pemindahan tidak dapat dihindari.
  • Menghormati budaya, adat istiadat dan warisan masyarakat setempat, termasuk masyarakat adat.

Prinsip 4. Menerapkan strategi dan sistem manajemen risiko yang efektif, berdasarkan ilmu pengetahuan yang baik, serta dengan memperhitungkan persepsi pemangku kepentingan atas risiko.

  • Melakukan konsultasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dan yang terkena dampak untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola semua dampak sosial, kesehatan, keselamatan, lingkungan, dan ekonomi yang signifikan yang terkait dengan kegiatan kami.
  • Meninjau dan memperbarui sistem manajemen risiko secara berkala.
    Memberi informasi kepada pihak mana pun yang berpotensi terkena risiko signifikan dari operasi dan menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengelola risiko tersebut secara efektif.
  • Mengembangkan, memelihara dan menguji prosedur tanggap darurat yang efektif dalam kerjasama dengan pihak-pihak yang berpotensi terkena dampak.

Prinsip 5. Meningkatan secara terus menerus kinerja kesehatan dan keselamatan kerja dengan tujuan tertinggi nihil sakit dan celaka.

  • Menerapkan sistem manajemen yang berfokus pada peningkatan berkesinambungan dalam bidang kesehatan dan keselamatan karyawan, kontraktor, dan orang-orang di masyarakat tempat perusahaan beroperasi.
  • Mengambil semua langkah praktis yang diperlukan untuk menghilangkan kematian, cedera, dan penyakit di tempat kerja karyawan dan kontraktor.
  • Memberikan pelatihan kesehatan dan keselamatan kepada para karyawan, dan meminta karyawan kontraktor untuk juga mengikuti pelatihan yang sama.
  • Melaksanakan pengawasan kesehatan secara teratur dan melakukan pemantauan karyawan berbasis risiko.
  • Merehabilitasi dan mereintegrasi karyawan ke dalam operasi setelah sakit atau cedera, jika memungkinkan.

Prinsip 6. Melakukan perbaikan terus-menerus dalam kinerja lingkungan, seperti pengelolaan air, penggunaan energi dan perubahan iklim.

  • Menilai dampak positif dan negatif, langsung dan tidak langsung, dan kumulatif projek baru – sejak fase eksplorasi hingga penutupan.
  • Menerapkan sistem manajemen lingkungan dengan perbaikan berkesinambungan untuk meninjau, mencegah, mengurangi atau memperbaiki dampak lingkungan yang merugikan.
  • Merehabilitasi lahan yang terganggu atau ditempati oleh operasi untuk kepentingan penggunaan lahan pascatambang yang sesuai.
  • Menyediakan tempat yang aman untuk penyimpanan dan pembuangan untuk limbah residu dan residu hasil proses.
  • Mendesain dan merencanakan sumberdaya yang memadai untuk memenuhi persyaratan penutupan semua operasi.

Prinsip 7. Memberikan kontribusi pada konservasi keanekaragaman hayati dan pendekatan terintegrasi dalam perencanaan penggunaan lahan.

  • Menghormati kawasan lindung yang telah ditetapkan oleh hukum.
  • Menyebarkan data ilmiah tentang, dan mempromosikan praktik dan pengalaman terkait dengan, penilaian dan pengelolaan keanekaragaman hayati.
  • Mendukung pengembangan dan implementasi prosedur yang ilmiah, inklusif dan transparan untuk pendekatan terpadu dalam perencanaan penggunaan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, dan pertambangan.

Prinsip 8. Memfasilitasi dan mendukung basis pengetahuan dan sistem untuk desain, penggunaan, penggunaan kembali, daur ulang dan pembuangan produk yang mengandung logam dan mineral secara bertanggung jawab

  • Mencari pemahaman lebih lanjut tentang sifat-sifat logam dan mineral dan efek siklus hidupnya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
  • Melakukan atau mendukung penelitian dan inovasi yang mempromosikan penggunaan produk dan teknologi yang aman dan efisien dalam penggunaan energi, sumberdaya alam, dan bahan lainnya.
  • Mengembangkan dan memromosikan konsep manajemen material yang terpadu di seluruh rantai nilai logam dan mineral.
  • Memberikan data dan analisis ilmiah mengenai produk dan operasi perusahaan kepada regulator dan pemangku kepentingan lainnya agar mereka dapat membuat keputusan-keputusan yang tepat berdasarkan regulasi yang berlaku.
  • Mendukung pengembangan kebijakan, regulasi, standar produk, dan pilihan material berdasarkan ilmu pengetahuan yang mendukung penggunaan mineral dan produk logam secara aman.

Prinsip 9. Meningkatan kinerja sosial dan berkontribusi pada pengembangan sosial, ekonomi, dan kelembagaan di negara dan masyarakat tuan rumah secara berkesinambungan.

  • Melibatkan diri seawal mungkin dengan semua pihak yang kemungkinan terkena dampak untuk membahas dan menanggapi masalah dan konflik mengenai pengelolaan dampak sosial.
  • Memastikan adanya sistem yang sesuai untuk interaksi berkesinambungan dengan pihak-pihak yang terkena dampak; memastikan bahwa kaum minoritas dan kelompok terpinggirkan lainnya memiliki peluang untuk terlibat yang adil dan sesuai dengan budaya mereka.
  • Memberikan kontribusi pada pengembangan masyarakat dari fase eksplorasi hingga penutupan melalui kerjasama dengan masyarakat tuan rumah dan perwakilan mereka.
  • Mendorong kemitraan dengan pemerintah dan organisasi non-pemerintah untuk memastikan bahwa program (seperti kesehatan masyarakat, pendidikan, pengembangan bisnis lokal) dirancang dengan baik dan dilaksanakan secara efektif.
  • Meningkatkan pembangunan sosial dan ekonomi dengan mencari peluang untuk mengatasi kemiskinan.

Prinsip 10. Membina hubungan dengan pemangku kepentingan utama secara proaktif dalam merespons tantangan dan peluang pembangunan berkelanjutan secara terbuka dan transparan. Melaporkan secara efektif dan memverifikasi kemajuan dan kinerja secara independen.

  • Melaporan kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan dan kontribusi untuk pembangunan berkelanjutan.
  • Memberikan informasi yang tepat waktu, akurat, dan relevan.
    Melibatkan dan menanggapi pemangku kepentingan melalui konsultasi yang terbuka.

Catatan: Saya menerjemahkan 10 Prinsip ICMM ini untuk beberapa kepentingan, termasuk melakukan tinjauan atas konsep pertambangan berkelanjutan. Silakan memanfaatkannya sebagai terjemahan tidak resmi. Apabila terdapat perbedaan penafsiran harap merujuk ke teks aslinya.