Mengintip Ekspektasi atas Pengendalian Deforestasi dan Krisis Iklim dalam Prinsip Penambangan ICMM 2020

Oleh: Jalal
Chairperson of Advisory Board, Social Investment Indonesia

“Mengupas Standar ICMM untuk Pertambangan dalam Pengendalian Deforestasi dan Krisis Iklim”
Jakarta, 21 April 2020

  1. ICMM Mining Principles 2020 membuat ekspektasi kinerja untuk seluruh Prinsip yang lebih ketat dibandingkan versi sebelumnya, termasuk untuk Prinsip 6 (kinerja lingkungan) dan Prinsip 7 (Konservasi Keanekaragaman Hayati).
  2. Terkait dengan deforestasi, Pernyataan Posisi ICMM tidak berubah sejak tahun 2003, sementara Pernyataan Posisi tentang perubahan iklim baru terbit di
    penghujung 2019.
  3. Dengan peningkatan Ekspektasi Kinerja, tambahan Pernyataan Posisi, persyaratan keanggotaan yang lebih ketat, termasuk dalam tuntutan transparensi, ICMM berpotensi mendorong peningkatan kinerja lingkungan, sosial dan tata kelola (environmental, social, and governance, ESG) perusahaan tambang anggotanya dan perusahaan-perusahaan tambang lain.
  4. Kinerja ESG perusahaan tambang akan lebih cepat membaik apabila bank dan investor yang membiayai pertambangan menerapkan prinsip-prinsip keuangan dan investasi berkelanjutan.
  5. Pihak ketiga yang melakukan validasi kinerja, assurance laporan keberlanjutan, dan analis ESG harus menegakkan integritas masing-masing, sesuai dengan
    ekspektasi ICMM, Principles for Responsible Investment, dan Principles for Responsible Banking.
  6. Apabila regulasi pertambangan dibuat sesuai dengan, dan mendorong pencapaian, Ekspektasi Kinerja ICMM, maka peluang peningkatan keberlanjutan industri pertambangan akan semakin tinggi.
  7. Tanpa penegakan integritas pihak ketiga yang melakukan validasi kinerja, assurance laporan keberlanjutan, dan analis ESG di satu sisi; penegakan prinsip-prinsip keuangan dan investasi keuangan oleh para investor dan bank; serta regulasi pertambangan yang semakin mengarahkan pada keberlanjutan; Ekspektasi Kinerja ICMM terancam sekadar menjadi macan kertas, bahkan menjadi alat greenwashing belaka.
  8. Padahal, masa depan yang rendah karbon, dengan sumber utama energi surya, bayu, serta penyimpanan energi dalam batere, akan sangat meningkatkan penambangan mineral dan pengolahan logam—sebelum ekonomi sirkular untuk mineral dan logam bisa diaplikasikan secara massif.
  9. Kalau operasi pertambangan tak bisa dibuat menjadi ramah lingkungan (juga ramah sosial dan menegakkan tata kelola), maka masa depan yang rendah karbon hanyalah ilusi.

Dowload file presentasi:

Download