SIRD 2016 – Menuntut Ilmu CSR Hingga Negeri Cina: Hasil-Hasil CSR Asia Summit 2016

>>SIRD 2016 – Menuntut Ilmu CSR Hingga Negeri Cina: Hasil-Hasil CSR Asia Summit 2016

SIRD 2016 – Menuntut Ilmu CSR Hingga Negeri Cina: Hasil-Hasil CSR Asia Summit 2016

By |2018-02-19T09:40:19+00:00January 20th, 2017|Documentation|0 Comments

Social Investment Indonesia (SII) kembali hadir menyelenggarakan Forum Social Investment Roundtable Disussion (SIRD) yang keempat kalinya. SIRD kali ini berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa, selaku tuan rumah dan mengusung tema “Menuntut Ilmu CSR Hingga Negeri Cina: Hasil-Hasil CSR Asia Summit 2016”.

Acara ini sangat bermanfaat bagi mitra korporat SII sebagai forum untuk berbagi studi kasus berkenaan dengan program investasi sosial yang selama ini dilakukan.

Acara yang dilaksanakan pada hari Rabu, 23 November 2016 ini dihadiri oleh 30 orang dari berbagai instansi yang berbeda, baik itu perusahaan, NGO, maupun para praktisi CSR di Indonesia.

bertempat di Sahati Hotel, Jakarta Selatan
Yang menjadi narasumber kali ini Jalal (Chairperson of the Advisory Board – Social Investment Indonesia) dan Yuli Pujihardi (Presiden Direktur Dompet Dhuafa Social Entreprise)

 

Hasil-hasil yang didapat dari acara CSR Asia Summit 2016

I. Pelaporan Keberlanjutan

Related image

Di Indonesia, dari 150 perusahaan yang melakukan pelaporan keberlanjutan hanya sebayak 80 laporan yang dapat diakses

 

II. Kemitraan untuk Dampak Kolektif

Praktik terbaik harus terus disebarluaskan dan dipelajari, terutama yang terkait dengan bagaimana membina hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholder engagement), membangun kultur perusahaan yang berkelanjutan, pengukuran kinerja keberlanjutan perusahaan, serta pelaporan keberlanjutan.

Bahasa yang dipergunakan oleh perusahaan, maupun pemerintah dan LSM adalah bahasa pembangunan. Wujud paling nyatanya mulai 2016 hingga 2030 adalah Tujuan dan Target dalam Sustainable Development Goals. SDGs memungkinkan seluruh sektor berbicara tentang hal yang sama.

Bila perusahaan—dan dunia bisnis secara umum—ingin menjadi relevan di masa mendatang, maka mereka harus berhenti hanya membicarakan profitabilitas. Harus ada kejelasan social social and environmental purposes. Bisnis harus menerima sepenuhnya blended values. Cara untuk melakukan inovasi, eksperimentasi, serta menegakkan blended values tersebut adalah melalui kemitraan. Bentuk-bentuk kemitraan yang paling pentin adalah B2B(usiness), B2G(overnment), B2S(ociety), serta multistakeholder.

Dengan semakin besarnya tantangan di level global dan lokal, sukses-gagalnya bisnis akan ditentukan terutama oleh kemampuan bekerjasama (cooperativeness), bukan lagi daya saing (competitiveness).

 

III. Investasi Sosial/Komunitas

Perencanaan investasi sosial adalah berjangka panjang—terutama untuk memastikan waktu yang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian kelompok sasaran, serta proses interaksi yang memadai untuk mencapainya. Kelemahan investasi sosial kerap disebabkan oleh perusahaan hanya melakukan engagement dengan para fasilitator/pelakunya, namun tidak benar-benar berhubungan dengan penerima manfaat, yaitu masyarakat.

Perusahaan harus membuka diri terhadap eksperimentasi dalam pemecahan masalah, karena belum seluruh informasi diketahui. Eksperimentasi berarti kesediaan untuk berbuat salah dan memerbaiki diri.

 

IV. Laporan Tracking the Trends 2016

Perubahan iklim, rantai pasokan dan HAM, air, tata kelola dan transparansi perusahaan, serta ketimpangan adalah di antara isu-isu CSR yang paling penting untuk dikelola oleh perusahaan di masa sekarang dan mendatang. Inovasi sosial untuk memecahkan masalah ekonomi-sosial-lingkungan yang dihadapi masyarakat adalah hal yang sangat penting untuk dikuasai perusahaan yang aspirasinya menjadi berkelanjutan.

 

Berikut merupakan link download materi presentasi SIRD #Batch4 oleh Jalal:

pdf-iconDownload File Presentasi 

About the Author:

Social Investment Indonesia (SII) merupakan perusahaan konsultan yang mempunyai dedikasi untuk mengembangkan dan menyebarkan peran penting & strategis serta manfaat investasi sosial, baik bagi perusahaan maupun pemangku kepentingannya. Melalui pendekatan yang kami miliki dan telah teruji secara empiris, kami memiliki keyakinan bahwa kami dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan pemangku kepentingannya

Leave a Reply

%d bloggers like this: