[Denpasar – Bali] Untuk keempat kalinya Indonesia Social Investment Forum (ISIF) diselenggarakan oleh Social Investment Indonesia (SII), yang pada tahun ini mengambil tema sentral “Investasi Sosial Perusahaan untuk Pencapaian SDGs – Maksimalisasi Manfaat untuk Masyarakat, Perusahaan dan Pemerintah.” Tema seputar Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ini dipilih mengingat sampai tahun 2030 Indonesia sudah berkomitmen untuk memfokuskan tujuan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya, baik di tingkat nasional maupun daerah, pada upaya pencapaian SDGs. Sementara sampai dengan tahun 2019 ini masih terdapat berbagai kesenjangan untuk pelaksanaan SDGs tersebut.

Dalam sambutannya Fajar Kurniawan, Managing Partner Social Investment Indonesia menyampaikan setidaknya ada tiga kesenjangan yang harus diatasi dalam pelaksanaan SDGs ini, yaitu: 1) kesenjangan pengetahuan dan pemahaman antar sektor; 2) kesenjangan dalam praktik di lapangan; dan 3) kesenjangan dalam engagement dengan seluruh pemangku kepentingan.

Sementara Dr. Ir. Arifin Rudiyanto, M.Sc selaku Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumberdaya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menegaskan bahwa, “Ada tiga hal penting yang harus kita lakukan bersama agar SDGs ini dapat menghasilkan capaian dan dampak yang maksimal, yaitu: 1) adanya political will dari semua pihak, termasuk mentransformasi SDGs ini menjadi semacam gerakan (movement) dimana semua pihak merasa bertanggungjawab; 2) adanya landasan hukum yang kuat, serta 3) adanya strategi yang baik mulai dari perencanaan, pendanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi hingga strategi komunikasi untuk segmen pemangku kepentingan yang berbeda.”

“Dalam empat tahun pelaksanaan SDGs di Indonesia, capaian untuk tiap tujuan sangatlah bervariasi, ada yang menunjukkan perkembangan yang sangat bagus, ada yang perkembangannya tidak terlalu cepat tapi sudah on the right track, tapi ada juga yang perkembangannya justru negatif, khususnya untuk tujuan ke-13, “tandas Dr. Endah Murniningtyas, Panel Ahli SDGs.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang datang dari berbagai perwakilan dunia usaha, instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah, kalangan akademisi, LSM dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Sedangkan di antara pembicara yang hadir adalah Prof. Rudi Wibowo (Universitas Jember), Dr Timoteus Lesmana (Filantropi Indonesia), Prof. Suparto Wijoyo (Universitas Airlangga), Bappeda Provinsi NTB, Bappeda Kabupaten Badung, Danone Indonesia, PT Bumi Suksesindo, PT Kaltim Prima Coal, dan Social Investment Indonesia.h

Tentang Indonesia Social Investment Forum (ISIF):

Indonesia Social Investment Forum (ISIF) merupakan forum diskusi tahunan yang didedikasikan untuk menyebarkan pemahaman tentang paradigma dan wacana investasi sosial- sebagai salah satu paradigma dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) –  khususnya kepada kalangan dunia usaha, pemerintah dan civil society (akademisi, LSM dan kelompok masyarakat lainnya) di Indonesia dan para pemangku kepentingannya. Forum ini diselenggarakan oleh Social Investment Indonesia (SII) dan pada tahun 2019 ini mengambil tema “Investasi Sosial Perusahaan untuk Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) – Maksimalisasi Manfaat untuk Masyarakat, Perusahaan dan Pemerintah”.

Tentang Social Investment Indonesia (SII):

Social Investment Indonesia (SII) merupakan lembaga independen yang mempunyai minat untuk menyebarkan pemahaman mengenai paradigma investasi sosial dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan kepada segenap pemangku kepentingan sebagai upaya untuk mendorong maksimalisasi kontribusi setiap pihak dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Kegiatan yang dilakukan diantaranya dan tidak terbatas pada pelaksanaan seminar, workshop, FGD, pelatihan, studi banding dan upaya-upaya lainnya.

 

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:

Fajar Kurniawan 
HP          : 0811379393
e-mail    : fajarkurniawan.sii@gmail.com