← Seluruh

Peluncuran PFI Chapter Surabaya: Memperkuat Aksi Filantropi Berdampak dan Berkelanjutan di Jawa Timur

[debug_author_post]

Daftar Isi

SURABAYA – Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) secara resmi meluncurkan PFI Chapter Surabaya di Graha Sawunggaling, Gedung Pemerintah Kota Surabaya, sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem filantropi di tingkat daerah. Yayasan Social Investment Indonesia (YSII), sebagai salah satu inisiator, mengemban mandat sebagai Sub Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Kemitraan dan Keanggotaan untuk memastikan terciptanya dampak sosial yang berkelanjutan di Jawa Timur.

 

Menjawab Paradoks Pembangunan

Kehadiran PFI Chapter Surabaya menjadi krusial di tengah kondisi ekonomi Jawa Timur yang menunjukkan “paradoks pembangunan”. Berdasarkan data BAPPEDA Provinsi Jawa Timur, pada Triwulan III 2025, ekonomi daerah ini tumbuh sebesar 5,22% (y-o-y) dan 1,70% (q-to-q), menjadikannya pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa sekaligus penyumbang ekonomi nasional sebesar 14,54%.

Namun, di balik angka makro yang gemilang tersebut, tingkat kemiskinan masih bertahan di angka 9,50% pada tahun 2025, dengan prevalensi stunting mencapai 14,7%. Selain itu, indikator SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 15 (Life on Land) masih berstatus merah atau menghadapi “Tantangan Signifikan” (Significant Challenges).

Capaian SDGs Jawa Timur dengan skor 82,1 menempati peringkat ketiga nasional setelah DKI Jakarta (skor 89,5) dan Jawa Barat (skor 84,7). Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Terbaik II dalam Indonesia’s SDGs Action Awards 2024 kategori Pemerintah Provinsi. Meskipun bergerak kearah tren positif, indikator SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 15 (Life on Land) masih berstatus merah atau memiliki “Tantangan Signifikan” (Significant Challenges).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Dr. Mhd. Aftabuddin Rz, S.Pt., M.Si (Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan), menekankan bahwa filantropi harus hadir untuk mengisi celah yang tidak terjangkau pemerintah. Beliau berharap PFI Chapter Surabaya dapat berperan sebagai “konduktor orkestra” yang menyelaraskan kontribusi berbagai pihak demi pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Semangat Kolaborasi Antar-Sektor

Suasana peluncuran di Graha Sawunggaling tergambar sangat khidmat namun penuh energi kolaborasi. Kehadiran ratusan perwakilan dari berbagai sektor—pemerintah, swasta, hingga organisasi masyarakat sipil—yang memenuhi ruangan. Saat sesi foto bersama, para peserta tampak bersemangat dengan berbagai gestur simbolis yang melambangkan persatuan dan aksi kolektif.

Dengan mengusung tema kegiatan bertajuk “Integrasi Aksi Kolektif, Ko-kreasi, dan Kolaborasi Inklusif”, para pemimpin pemikiran (thought leaders) duduk bersama dalam diskusi panel yang hangat. Ketua YSII, Pitono Nugroho, yang bertindak sebagai moderator, tampak memfasilitasi dialog dinamis antara perwakilan BAPPEDA, akademisi dari Indonesia SDGs Center Network, PFI, dan pelaku filantropi akar rumput (BUMBI).

Momen peluncuran juga ditandai dengan penyerahan cinderamata kepada para narasumber, menunjukkan apresiasi atas komitmen bersama dalam membangun Jawa Timur. Di podium, Dr. Mhd. Aftabuddin Rz menyampaikan pidato utamanya dengan latar slide presentasi yang menyoroti pentingnya peran strategis filantropi.

 

Menuju Kesejahteraan Inklusif

Melalui aksi kolektif dan ko-kreasi, PFI Chapter Surabaya diposisikan sebagai katalisator strategis. Fokus utamanya adalah menjembatani kesenjangan ekonomi sehingga pertumbuhan pesat di Jawa Timur dapat benar-benar “menetes ke bawah” (trickle-down effect) secara inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.