Kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat terhadap Indonesia — dengan bea masuk hingga 47% untuk produk ekspor utama — memicu tekanan multidimensi.
Industri tekstil dan furnitur, yang mempekerjakan lebih dari 3,9 juta orang, mengalami penurunan permintaan secara drastis. Di awal 2025, lebih dari 40.000 pekerja sektor ekspor kehilangan pekerjaan. Dampaknya juga terasa pada petani sawit dan karet di Jambi akibat turunnya harga beli dari pelaku usaha.
Secara makro, daya saing ekspor Indonesia ke pasar AS menurun, nilai tukar rupiah melemah, dan pasar finansial terguncang. Situasi ini memperbesar risiko surutnya komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan melemahnya solidaritas global dalam menghadapi krisis iklim.
❓Lalu, bagaimana strategi adaptif yang dapat diterapkan tanpa mengorbankan agenda keberlanjutan?
Dalam SIRD #78 ini, kita akan membahas:
✅ Ketahanan Ekonomi dan Stabilitas Pasar
✅ Komitmen Keberlanjutan & Risiko Sosial-Ekonomi
✅ Ketidakpastian Global dan Arah Tren Keberlanjutan
Kami mengundang Sahabat SIRD untuk bergabung dalam SIRD seri ke-78 untuk membahas isu dan strategi Keberlanjutan untuk menghadapi tantangan krisis perdagangan, yang akan dilaksanakan pada:
📆 Hari/tgl: Jumat, 16 Mei 2025
🕒 Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
🎦 Tempat: Zoom Meeting
Narasumber:
- Felia Salim – Member Board of Directors &Green Fund
- Basrie Kamba – Ketua Umum Rantai Tekstil Lestari & Dewan Penasehat PAFI
- Jalal – Chairperson of Advisory Board Social Investment Indonesia
- Virtual Background: https://s.id/vbSIRD78
- Youtube Live Streaming: https://youtube.com/live/3zz44hpYJA8
- Join di komunitas WA kami: https://bit.ly/sahabat-SIRD
⭐WEBINAR GRATIS⭐
Daftar di link ini:
Kami tunggu kehadirannya.
Terima kasih
Narahubung:
Fauzi | 0812-3383-8463
