Penutupan aktivitas operasi tambang berpotensi menciptakan sebuah bom waktu sosio-ekonomi. Ketergantungan ekonomi pada sektor tambang di beberapa daerah bisa mencapai lebih dari 50% dari PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Apa yang terjadi ketika denyut ekonomi utama sebuah wilayah berhenti berdetak?
Tanpa perencanaan yang matang, penutupan tambang bukan sekadar penghentian operasi, melainkan gerbang menuju krisis. Risiko lahirnya “kota hantu” menjadi sangat nyata, ditandai oleh: Keruntuhan Ekonomi Lokal, Kekosongan Sosial, dan Lanskap Lingkungan yang Terlantar.
Pendekatan Integrated Mine Closure (Penutupan Tambang Terpadu) bukan sekadar kewajiban reklamasi, melainkan sebuah proses holistik yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi sejak awal operasi tambang. Hal ini memastikan bahwa setelah tambang berhenti beroperasi, masyarakat dapat melanjutkan kehidupan yang sejahtera dan mandiri di atas fondasi ekonomi yang baru dan berkelanjutan.
Maka dari itu, SIRD Seri ke-84 hadir untuk membahas:
✅ Membangun Ketahanan Komunitas Pasca Tambang Melalui Kemitraan Strategis Pemerintah dan Korporasi
✅ Kerangka Kerja Integrated Mine Closure untuk Manajemen Dampak Sosio-Ekonomi Pasca Tambang
Kami mengundang Sahabat SIRD untuk mengikuti acara SIRD Seri ke-84 yang akan dilaksanakan pada:
📅 Jumat, 22 Agustus 2025
⏰ 15.00–17.00 WIB
📍 Online via Zoom
Narasumber:
-
Rezki Syahrir – Indonesian Initiative for Sustainable Mining
-
Sonny Sukada – Social Investment Indonesia
-
Jalal – Social Investment Indonesia
- Virtual Background: https://s.id/vbSIRD84
- Youtube Live Streaming: https://youtube.com/live/t_VKynXvznY
- Join di komunitas WA kami: https://bit.ly/sahabat-SIRD
⭐WEBINAR GRATIS⭐
Daftar di link ini:
Kami tunggu kehadirannya.
Terima kasih
Narahubung:
Fauzi | 0812-3383-8463
