Selasa, 20 Mei 2025 — Lebih dari 130 peserta dari berbagai kalangan—perusahaan, NGO, pemerintahan, akademisi, hingga praktisi investasi sosial—mengikuti Social Value Talk edisi kedua yang diselenggarakan oleh Social Value Indonesia (SViD). Diskusi daring ini mengusung tema provokatif: “Is Social Value always Measured by SROI?”
Sebagai pembicara utama, Jalal, seorang praktisi keberlanjutan sekaligus Ketua Dewan Penasihat Social Investment Indonesia (SII) dan Dewan Pakar SViD, mengajak peserta mengkaji ulang cara kita memahami dan mengukur social value. Dalam pemaparannya, Jalal menekankan pentingnya meluaskan horizon berpikir: bahwa nilai sosial tidak melulu soal angka atau pengembalian sosial investasi (Social Return on Investment / SROI), tetapi juga soal makna, relasi, dan transformasi sosial.
“Kita butuh melihat social value dari banyak disiplin, tidak hanya dari sudut pandang ekonomi. Etika, filsafat, bahkan spiritualitas juga penting,” ujar Jalal.
Diskusi pun menjadi hidup dengan pertanyaan kritis dari peserta. Salah satunya mempertanyakan apakah SROI itu hanya sebatas “mengukur pamrih.” Yang lain mengusulkan penggunaan indeks ibadah untuk lembaga zakat yang kesulitan menerjemahkan dampak sosial ke dalam angka.
Kegiatan ini menunjukkan urgensi untuk memperluas metodologi dan pendekatan dalam mengevaluasi dampak sosial, apalagi di tengah meningkatnya tuntutan akuntabilitas dalam program-program sosial dan keberlanjutan.
Social Value Talk akan terus hadir setiap bulan sebagai ruang diskusi lintas disiplin tentang nilai sosial dan dampaknya di berbagai sektor. Sampai jumpa di edisi berikutnya!


