← Seluruh

Mendorong UMKM Surabaya Naik Kelas: FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Gandeng Social Investment Indonesia Perkuat UMKM Olahan Pangan

[debug_author_post]

Daftar Isi

SURABAYA, socialinvestment.id – Upaya mendorong UMKM lokal agar semakin kompetitif dan berdaya saing kembali diperkuat melalui kolaborasi strategis antara FKS Group, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), dan Social Investment Indonesia (SII). Ketiga pihak resmi memulai Program Pendampingan UMKM Pengolahan Kedelai Tahap II.

Seremonial kick-off yang berlangsung di Mall Pelayanan Publik Kota Surabaya ini dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Surabaya, Achmad Eka Mardijanto. Agenda ini dihadiri oleh 150 orang yang terdiri dari jajaran Lurah dan Kepala Desa dari wilayah sasaran program, serta kelompok perempuan penerima manfaat.

Membangun Ekosistem Keberlanjutan Berbasis Komunitas

Program ini hadir tidak sekadar sebagai kegiatan pendampingan biasa, tetapi sebagai langkah nyata membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang lebih berkelanjutan. Mengusung semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, program difokuskan pada peningkatan keterampilan produksi, standardisasi kualitas, hingga perluasan akses pasar bagi produk UMKM olahan kedelai.

Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Surabaya, Achmad Eka Mardijanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi sektor swasta dan BUMN yang dinilai selaras dengan agenda penguatan UMKM di Kota Surabaya. Sementara itu, VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, menegaskan komitmen Perusahaan dalam mendorong kemandirian komunitas secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, juga menegaskan bahwa FKS Empower dirancang bukan sekadar program pelatihan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi usahanya secara berkelanjutan.

“FKS Empower salah satu cara kami untuk tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin program ini benar-benar memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung, bukan hanya dalam bentuk keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas. Ketika masyarakat memiliki akses pengetahuan, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang, kami percaya akan muncul dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Beatrice.

Komitmen SII dalam Implementasi Berbasis Dampak

Tidak berhenti pada seremoni, Social Investment Indonesia (SII) sebagai mitra pelaksana memainkan peran strategis dalam memberikan pendampingan intensif kepada delapan kelompok usaha pengolahan produk olahan kedelai di empat kelurahan/desa yang berada di wilayah Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik.

Ke depan, program pendampingan yang dikawal oleh SII akan mencakup pelatihan produksi higienis dan terstandarisasi (sesuai standar Halal), manajemen keuangan sederhana, desain kemasan (packaging), hingga fasilitasi legalitas usaha (PIRT & Halal). Target akhirnya adalah menjembatani produk UMKM olahan kedelai ini agar mampu menjangkau dan bersaing di pasar modern Kota Surabaya dan sekitarnya.

Bagi Social Investment Indonesia, kolaborasi ini memperkuat bukti bahwa investasi sosial yang dirancang secara tepat dan diimplementasikan secara terukur dapat menghadirkan dampak ekonomi yang nyata, sekaligus memperkuat kemandirian komunitas secara berkelanjutan.