Sektor energi memegang peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Pada tahun 2023, konsumsi energi di sektor industri meningkat 13,1%, dengan batu bara mendominasi (56,9%) dibandingkan energi terbarukan (6,52%). Tanpa intervensi kebijakan, proyeksi Business as Usual (BaU) menunjukkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dapat mencapai 1.669 juta ton CO₂e pada 2030, bertentangan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Melalui Enhanced NDC, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi GRK hingga 43,2% dengan dukungan internasional. Komitmen ini menuntut transformasi sistem energi berbasis prinsip transparansi dan akuntabilitas, yang kini diperkuat dengan adopsi IFRS S2 Climate-related Disclosures dari ISSB. Standar ini mewajibkan pengungkapan risiko fisik dan transisi, serta menetapkan empat pilar utama:
✅ Tata kelola iklim
✅ Strategi keuangan terkait iklim
✅ Manajemen risiko terintegrasi
✅ Metrik dan target yang terukur
Untuk itu, kami mengundang Sahabat SIRD untuk mendiskusikan isu ini pada SIRD seri ke-75. Kita akan membahas bagaimana penyusunan strategi dan persiapan pelaporan keuangan terkait iklim yang memenuhi kriteria IFRS S2.
📆 Hari/tgl: Jumat, 7 Maret 2025
🕒 Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
🎦 Tempat: Zoom Meeting
Narasumber:
-
Elvia R. Shauki, Ph.D, CA – EIRC PPA FEB UI
- Fanny Abdul Aziz – PT PLN (Persero)
-
Jalal – Social Investment Indonesia
- Virtual Background: https://bit.ly/vbSIRD75
- Youtube Live Streaming: https://youtube.com/live/fIYZtpBOOyc
- Join di komunitas WA kami: https://bit.ly/sahabat-SIRD
⭐WEBINAR GRATIS⭐
Daftar di link ini:
Kami tunggu kehadirannya.
Terima kasih
Narahubung:
Fauzi | 0812-3383-8463
