Social Investment Indonesia

SII KnowledgePod

Telusuri 0 publikasi — artikel, buku & penulis

Featured Author

6 Author

Social Investment Indonesia

155 Publikasi

Artikel Terbaru

Social Investment Indonesia

22 Publikasi

Artikel Terbaru

Social Investment Indonesia

20 Publikasi

Artikel Terbaru

Social Investment Indonesia

17 Publikasi

Artikel Terbaru

Social Investment Indonesia

15 Publikasi

Artikel Terbaru

Social Investment Indonesia

2 Publikasi

Artikel Terbaru

Negeri Ternak Indonesia

1 Publikasi

Artikel Terbaru

Social Investment Indonesia

1 Publikasi

Artikel Terbaru

Social Investment Indonesia

1 Publikasi

Artikel Terbaru

Featured Books

FEATURED ARTICLE

Artikel ini menyoroti urgensi pengakuan alam sebagai pemangku kepentingan (stakeholder) nyata bagi perusahaan, yang dipicu oleh tragedi runtuhnya gletser mematikan di Himalaya pada Agustus 2026. Meskipun alam terbukti memiliki kekuatan fisik yang mampu menghancurkan operasi bisnis seketika, banyak perusahaan masih memandangnya sebatas sumber daya untuk dimanfaatkan atau sekadar risiko yang harus dimitigasi.
Dengan merujuk pada evolusi teori manajemen dari Mark Starik (1995) hingga argumen Nardia Haigh dan Andrew Griffiths (2009), penulis menegaskan bahwa alam memenuhi kriteria sebagai pemangku kepentingan primer yang memiliki kekuasaan, legitimasi, dan urgensi. Artikel ini juga menggunakan kerangka mutakhir dari Hannula, Kujala, dan Sachs (2026) yang memetakan posisi alam ke dalam empat kategori: tidak diakui, sumber daya, dilindungi, dan mitra.
Sebagai kesimpulan, penulis berargumen bahwa memposisikan entitas alam—seperti gunung, sungai, dan hutan—sebagai mitra strategis bukanlah sekadar perdebatan akademis atau filosofis, melainkan kebutuhan krusial dalam manajemen risiko. Hal ini sangat relevan untuk diterapkan pada berbagai proyek industri dan ekstraktif, termasuk di Indonesia, di mana pengakuan alam sebagai pemangku kepentingan menuntut keputusan manajemen yang mendesak.

Author : Jalal

21 September 2026

POPULAR ARTICLE

Menggeser paradigma CSR dari bantuan insidental jangka pendek menuju investasi sosial strategis berbasis kesiapsiagaan dan kemitraan multi-pihak dalam manajemen bencana.

• 2,506 views

• 11 August 2016

LATEST ARTICLE

Author : Jalal

Artikel ini menyoroti urgensi pengakuan alam sebagai pemangku kepentingan (stakeholder) nyata bagi perusahaan, yang dipicu oleh tragedi runtuhnya gletser mematikan di Himalaya pada Agustus 2026. Meskipun alam terbukti memiliki kekuatan fisik yang mampu menghancurkan operasi bisnis seketika, banyak perusahaan masih memandangnya sebatas sumber daya untuk dimanfaatkan atau sekadar risiko yang harus dimitigasi.
Dengan merujuk pada evolusi teori manajemen dari Mark Starik (1995) hingga argumen Nardia Haigh dan Andrew Griffiths (2009), penulis menegaskan bahwa alam memenuhi kriteria sebagai pemangku kepentingan primer yang memiliki kekuasaan, legitimasi, dan urgensi. Artikel ini juga menggunakan kerangka mutakhir dari Hannula, Kujala, dan Sachs (2026) yang memetakan posisi alam ke dalam empat kategori: tidak diakui, sumber daya, dilindungi, dan mitra.
Sebagai kesimpulan, penulis berargumen bahwa memposisikan entitas alam—seperti gunung, sungai, dan hutan—sebagai mitra strategis bukanlah sekadar perdebatan akademis atau filosofis, melainkan kebutuhan krusial dalam manajemen risiko. Hal ini sangat relevan untuk diterapkan pada berbagai proyek industri dan ekstraktif, termasuk di Indonesia, di mana pengakuan alam sebagai pemangku kepentingan menuntut keputusan manajemen yang mendesak.
21 September 2026

Author : Purnomo

Artikel ini mengulas penerapan SDG Impact Standards dan Lima Dimensi Dampak, dengan penekanan bahwa pengukuran dampak sosial sejatinya kelindan erat dengan persoalan relasi kuasa. Alih-alih dipahami secara keliru sebagai daftar centang pelaporan kinerja, standar ini merupakan kerangka pengambilan keputusan yang berfokus pada perubahan nyata dan bermakna. Penulis menjabarkan lima dimensi esensial untuk mengevaluasi dampak: What (menuntut pelaporan perubahan hidup, bukan sekadar aktivitas), Who (mendefinisikan dan melibatkan penerima manfaat secara spesifik dan tidak dipukul rata), How Much (menganalisis distribusi serta durasi, bukan sekadar agregat angka rata-rata), Contribution (menilai batas kontribusi nisbi dari sebuah intervensi), serta Risk (keberanian mengakui potensi kegagalan dan ketidakberlanjutan program). Selain itu, klasifikasi ABC (Act to Avoid Harm, Benefit Stakeholders, Contribute to Solutions) disorot untuk mendorong program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) agar tidak berhenti pada level kompensasi, melainkan menjadi solusi masalah pembangunan yang disengaja. Secara sosiologis, pengukuran yang jujur dan partisipatif sangat krusial sebagai pertahanan utama terhadap praktik impact washing di tengah pesatnya pertumbuhan investasi dampak di Indonesia.
16 September 2026
Indonesia gets to rewrite its oil and gas law roughly once every twenty-five years. It is doing so now. In August 2026, the House of Representatives approved a new Oil and Gas Bill as its own legislative initiative, opening formal negotiations with the government that could produce a new law before this year is out. The law it would replace, enacted in 2001, has outlived one of its own core institutions and predates almost every modern benchmark now used to judge how responsibly an energy company operates.
This paper argues that Indonesia’s sustainability agenda and its investment agenda are not competing priorities — they are the same agenda. A law built around strategic social investment, fair transition financing, radical transparency, and genuine community partnership will not slow investment. It will attract the capital Indonesia needs to reverse a decade of production decline, while distributing the industry’s benefits and burdens far more fairly than the 2001 law ever did.
3 September 2026

Filter & Sort

Sort By


by category


by author


by topics


by year

From year

To year

Filter & Sort

Sort By

Newest

by category

Book

Article

by author

Jalal

Sonny S. Sukada

Purnomo

by year

From year

2024

To year

2026

0 Publications

Jalal, Wahyu Aris Darmono
Jalal, Wahyu Aris Darmono