Social Investment Indonesia
SII KnowledgePod
Telusuri 0 publikasi — artikel, buku & penulis
Featured Author
6 Author
Social Investment Indonesia
43 Publikasi
Artikel Terbaru
Social Investment Indonesia
10 Publikasi
Artikel Terbaru
Social Investment Indonesia
9 Publikasi
Artikel Terbaru
Social Investment Indonesia
3 Publikasi
Artikel Terbaru
Social Investment Indonesia
2 Publikasi
Artikel Terbaru
Equator Group
1 Publikasi
Artikel Terbaru
Negeri Ternak Indonesia
1 Publikasi
Artikel Terbaru
Featured Books
FEATURED ARTICLE
Artikel ini mengulas buku Project Stakeholder Engagement: Analysis, Involvement, and Communication karya Pernille Eskerod dan Anna Lund Jepsen yang menawarkan pendekatan praktis dalam membangun hubungan dengan pemangku kepentingan proyek. Buku ini menekankan pergeseran paradigma dari managing stakeholders menuju managing for stakeholders, yaitu pengelolaan proyek yang berorientasi pada penciptaan nilai bersama dan pencegahan dampak negatif bagi masyarakat, lingkungan, maupun pihak lain yang terdampak. Dengan memadukan teori perilaku, konsep keadilan, dan strategi komunikasi, penulis menunjukkan bahwa keberhasilan pelibatan pemangku kepentingan bergantung pada pemahaman terhadap motivasi, persepsi, dan kebutuhan mereka. Berbagai alat seperti Stakeholder Register, Commitment Matrix, dan Stakeholder Potential Map diperkenalkan untuk mendukung analisis dan pemantauan yang berkelanjutan. Artikel ini juga mengaitkan gagasan buku dengan standar internasional seperti AA1000 SES, OECD Guidelines, dan BSR Five-Step Approach. Kesimpulannya, keberhasilan proyek ditentukan oleh kemampuannya menciptakan nilai bersama, menjaga legitimasi sosial, dan membangun hubungan yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.
Author : Jalal
9 June 2026
POPULAR ARTICLE
Author :
Mengidentifikasi hambatan utama dalam implementasi SDGs serta pentingnya kolaborasi, kebijakan inklusif, dan inovasi berkelanjutan untuk mencapai pembangunan global yang merata dan berkelanjutan.
• 3,686 views
• 23 August 2024
LATEST ARTICLE
Author : Jalal
Artikel ini mengulas buku Project Stakeholder Engagement: Analysis, Involvement, and Communication karya Pernille Eskerod dan Anna Lund Jepsen yang menawarkan pendekatan praktis dalam membangun hubungan dengan pemangku kepentingan proyek. Buku ini menekankan pergeseran paradigma dari managing stakeholders menuju managing for stakeholders, yaitu pengelolaan proyek yang berorientasi pada penciptaan nilai bersama dan pencegahan dampak negatif bagi masyarakat, lingkungan, maupun pihak lain yang terdampak. Dengan memadukan teori perilaku, konsep keadilan, dan strategi komunikasi, penulis menunjukkan bahwa keberhasilan pelibatan pemangku kepentingan bergantung pada pemahaman terhadap motivasi, persepsi, dan kebutuhan mereka. Berbagai alat seperti Stakeholder Register, Commitment Matrix, dan Stakeholder Potential Map diperkenalkan untuk mendukung analisis dan pemantauan yang berkelanjutan. Artikel ini juga mengaitkan gagasan buku dengan standar internasional seperti AA1000 SES, OECD Guidelines, dan BSR Five-Step Approach. Kesimpulannya, keberhasilan proyek ditentukan oleh kemampuannya menciptakan nilai bersama, menjaga legitimasi sosial, dan membangun hubungan yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.
9 June 2026
Author : Jalal
Artikel ini mengulas peluncuran Taskforce on Inequality and Social-related Financial Disclosures (TISFD) Framework Beta Version 0.1 yang menegaskan bahwa isu sosial dan ketimpangan dalam ranah ESG merupakan risiko keuangan sistemik yang harus dikelola, bukan sekadar masalah etika. Kerangka ini menawarkan inovasi konseptual melalui pendekatan IDRO (Impacts, Dependencies, Risks and Opportunities), keselarasan dengan standar global yang sudah ada (seperti ISSB dan GRI), serta integrasi uji tuntas yang berlandaskan pada prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Meskipun menjanjikan, kerangka ini masih memiliki empat celah kritis: ketiadaan metrik yang terstandardisasi, ambiguitas definisi materialitas, terbatasnya panduan kontekstual untuk negara berkembang seperti Indonesia, dan minimnya penekanan pada peran sektor keuangan sebagai aktor utama. Ke depannya, TISFD memberikan peluang strategis bagi praktisi bisnis untuk menerjemahkan dampak sosial operasional mereka ke dalam argumen finansial yang kuat, namun kesuksesan kerangka ini akan sangat bergantung pada kemampuannya menetapkan metrik terukur agar tidak berujung sebagai standar pelaporan sukarela semata.
Meskipun menjanjikan, kerangka ini masih memiliki empat celah kritis: ketiadaan metrik yang terstandardisasi, ambiguitas definisi materialitas, terbatasnya panduan kontekstual untuk negara berkembang seperti Indonesia, dan minimnya penekanan pada peran sektor keuangan sebagai aktor utama. Ke depannya, TISFD memberikan peluang strategis bagi praktisi bisnis untuk menerjemahkan dampak sosial operasional mereka ke dalam argumen finansial yang kuat, namun kesuksesan kerangka ini akan sangat bergantung pada kemampuannya menetapkan metrik terukur agar tidak berujung sebagai standar pelaporan sukarela semata.
28 May 2026
Momen Idul Adha di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, dengan nilai estimasi mencapai Rp 27,1 triliun pada tahun 2025. Namun, perputaran nilai yang masif ini belum berdampak optimal bagi kesejahteraan peternak rakyat yang menyuplai lebih dari 85% kebutuhan hewan kurban nasional. Rantai pasok yang ada saat ini masih diwarnai oleh asimetri informasi dan tekanan harga akibat persaingan antarlembaga kurban. Selain itu, tuntutan pasar terhadap hewan kurban terbaik memicu terjadinya seleksi negatif dan erosi genetik yang mengancam keberlanjutan ras ternak lokal.
Artikel ini menawarkan solusi struktural melalui implementasi Sistem Tiga Strata yang terintegrasi secara nasional: Breeding farm sebagai bank genetik pelindung bibit inti, Multiplier farm sebagai jembatan perbanyakan bibit unggul, danCommercial farm sebagai satu-satunya sumber hewan kurban yang sah.
Untuk mendukung sistem ini, diperlukan empat pergeseran paradigma dari sekadar aktivitas karitas (charity) menjadi investasi sosial transformatif, yaitu: transparansi rantai pasok berbasis infrastruktur digital, penerapan standar harga yang adil (fair trade), mekanisme reinvestasi dana kurban untuk pemberdayaan peternak, serta perluasan peran tokoh agama dalam menyuarakan keadilan ekonomi dan kelestarian alam. Melalui kolaborasi sinergis antara pemerintah, lembaga filantropi, korporasi, ulama, dan pekurban, ekosistem kurban dapat ditransformasikan menjadi motor penggerak utama kemandirian ternak dan ketahanan pangan protein nasional.
Artikel ini menawarkan solusi struktural melalui implementasi Sistem Tiga Strata yang terintegrasi secara nasional: Breeding farm sebagai bank genetik pelindung bibit inti, Multiplier farm sebagai jembatan perbanyakan bibit unggul, danCommercial farm sebagai satu-satunya sumber hewan kurban yang sah.
Untuk mendukung sistem ini, diperlukan empat pergeseran paradigma dari sekadar aktivitas karitas (charity) menjadi investasi sosial transformatif, yaitu: transparansi rantai pasok berbasis infrastruktur digital, penerapan standar harga yang adil (fair trade), mekanisme reinvestasi dana kurban untuk pemberdayaan peternak, serta perluasan peran tokoh agama dalam menyuarakan keadilan ekonomi dan kelestarian alam. Melalui kolaborasi sinergis antara pemerintah, lembaga filantropi, korporasi, ulama, dan pekurban, ekosistem kurban dapat ditransformasikan menjadi motor penggerak utama kemandirian ternak dan ketahanan pangan protein nasional.
26 May 2026
Filter & Sort
Sort By
Newest
by category
Book
Article
by author
Jalal
Sonny S. Sukada
Purnomo
by year
From year
2024
To year
2026
0 Publications
Article
Jalal, Wahyu Aris Darmono
Article
Article
Jalal, Sonny S. Sukada, Fajar Kurniawan
Article
Article
Article