Apakah Anda kerap kesulitan membuktikan dampak nyata dari program investasi sosial secara menyeluruh? Sustainable Livelihood Impact Assessment (SLIA) hadir sebagai solusi andalan untuk mengukur keberhasilan program tidak hanya melalui angka, tetapi juga cerita kemanusiaan yang mendalam. Di SII Learning Series “Sustainable Livelihood Impact Assessment (SLIA) #Batch5”, Anda akan diajak menguasai metodologi unggulan SLIA yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, sehingga hasil evaluasi program lebih akurat, adaptif, dan mudah diterapkan di berbagai konteks—mulai dari isu lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

 

Pelatihan ini dirancang khusus bagi praktisi CSR, NGO, akademisi, atau profesional yang ingin meningkatkan kredibilitas program sosial melalui analisis berbasis data. Bersama ahli Social Investment Indonesia, Anda akan belajar langsung dari studi kasus riil, mendapatkan sertifikat kompetensi, serta akses ke jaringan nasional para pelaku investasi sosial. Tak hanya itu, Anda juga akan memperoleh template praktis untuk memudahkan implementasi SLIA di organisasi Anda.

🌟 MENGAPA HARUS IKUT SLIA BATCH #5?

  1. Metode Dual Approach: Kombinasi kualitatif & kuantitatif untuk analisis dampak yang holistik.
  2. Adaptif & Aplikatif: Bisa diterapkan di berbagai sektor dan kasus, dari isu lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat.
  3. Dibimbing Langsung oleh Ahli: Belajar dari praktisi berpengalaman yang akan membagikan studi kasus nyata.
  4. Sertifikat Resmi: Buktikan kompetensi Anda dengan sertifikat yang diakui profesional.
  5. Jaringan Nasional: Bangun koneksi dengan sesama pelaku investasi sosial dari seluruh Indonesia.

 

Kelas ini menjadi investasi waktu yang tepat untuk mengubah program sosial dari sekadar aktivitas rutin menjadi inisiatif berkelanjutan yang berdampak terukur. Teknik mengukur program investasi sosial secara kualitatif dan kuantitatif menggukan metode SLIA #Batch5 akan berlangsung pada:

📅 Tanggal: 1-2 April 2026
⏰ Waktu: 08:30 – 15:30 WIB
📍 Lokasi: Zoom
🎁 Bonus: Sertifikat resmi + konsultasi gratis 1 sesi pasca-pelatihan!

 

Kuota terbatas! Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari komunitas yang membawa perubahan nyata melalui pendekatan SLIA. Keterampilan ini tidak hanya meningkatkan kualitas program, tetapi juga membuka peluang karir dan kolaborasi strategis di masa depan.

👉 Jangan lewatkan kesempatan ini!

 

Kami tunggu kehadirannya,
Terima kasih.

Apakah Anda kerap kesulitan membuktikan dampak nyata dari program investasi sosial secara menyeluruh? Sustainable Livelihood Impact Assessment (SLIA) hadir sebagai solusi andalan untuk mengukur keberhasilan program tidak hanya melalui angka, tetapi juga cerita kemanusiaan yang mendalam. Di SII Learning Series “Sustainable Livelihood Impact Assessment (SLIA) #Batch5”, Anda akan diajak menguasai metodologi unggulan SLIA yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, sehingga hasil evaluasi program lebih akurat, adaptif, dan mudah diterapkan di berbagai konteks—mulai dari isu lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

 

Pelatihan ini dirancang khusus bagi praktisi CSR, NGO, akademisi, atau profesional yang ingin meningkatkan kredibilitas program sosial melalui analisis berbasis data. Bersama ahli Social Investment Indonesia, Anda akan belajar langsung dari studi kasus riil, mendapatkan sertifikat kompetensi, serta akses ke jaringan nasional para pelaku investasi sosial. Tak hanya itu, Anda juga akan memperoleh template praktis dan rekaman kelas untuk memudahkan implementasi SLIA di organisasi Anda.

🌟 MENGAPA HARUS IKUT SLIA BATCH #5?

  1. Metode Dual Approach: Kombinasi kualitatif & kuantitatif untuk analisis dampak yang holistik.
  2. Adaptif & Aplikatif: Bisa diterapkan di berbagai sektor dan kasus, dari isu lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat.
  3. Dibimbing Langsung oleh Ahli: Belajar dari praktisi berpengalaman yang akan membagikan studi kasus nyata.
  4. Sertifikat Resmi: Buktikan kompetensi Anda dengan sertifikat yang diakui profesional.
  5. Jaringan Nasional: Bangun koneksi dengan sesama pelaku investasi sosial dari seluruh Indonesia.

 

Kelas ini menjadi investasi waktu yang tepat untuk mengubah program sosial dari sekadar aktivitas rutin menjadi inisiatif berkelanjutan yang berdampak terukur. Teknik mengukur program investasi sosial secara kualitatif dan kuantitatif menggukan metode SLIA #Batch5 akan berlangsung pada:

📅 Tanggal: 1-2 April 2026
⏰ Waktu: 08:30 – 15:30 WIB
📍 Lokasi: Zoom
🎁 Bonus: Sertifikat resmi + konsultasi gratis 1 sesi pasca-pelatihan!

 

Kuota terbatas! Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari komunitas yang membawa perubahan nyata melalui pendekatan SLIA. Keterampilan ini tidak hanya meningkatkan kualitas program, tetapi juga membuka peluang karir dan kolaborasi strategis di masa depan.

👉 Jangan lewatkan kesempatan ini!

 

Kami tunggu kehadirannya,
Terima kasih.

Indonesia menghasilkan 115–184 kg/kapita/tahun food loss and waste (FLW), menyumbang 7,29% emisi GRK nasional dan kerugian ekonomi Rp213–551 triliun/tahun (Bappenas, 2021). Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah berpotensi meningkatkan timbulan sampah organik dan kemasan jika tidak didesain secara sirkular.

FLW bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga berdampak pada ekonomi dan sosial. Pengelolaan sampah yang tidak efektif dapat memicu bencana sampah dan mengancam ketahanan pangan.

Untuk itu, kami mengundang Sahabat SIRD untuk membicangkan beberapa hal tersebut pada SIRD seri ke-74. Kita akan membahas strategi nasional ekonomi sirkular untuk mengurangi FLW, mitigasi limbah program MBG, dan dimensi sosial dalam transisi sirkular:

   📆  Hari/tgl: Jumat, 21 Februari 2025
   🕒  Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
   🎦 Tempat: Zoom Meeting

 

Narasumber:

  1. Rachman Kurniawan – Bappenas
  2. Maria Dian Nurani – Sirkular Ekonomi Indonesia
  3. Jalal – Social Investment Indonesia

 

 

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

 

Terima kasih


Narahubung:
Rizal | 085220353655

Selama lebih dari 10 tahun, Social Return on Investment (SROI) berkembang di Indonesia sebagai metode yang membantu organisasi dan perusahaan mengukur dampak sosial secara transparan dan akuntabel.

🔍 Bagaimana Perjalanan SROI di Indonesia?
Diawali pada tahun 2013 – Social Investment Indonesia (SII) mulai mengadopsi dan mempromosikan SROI sebagai alat pengukuran dampak sosial. Kemudian pada tahun 2014 – SII menyelenggarakan pelatihan SROI pertama kalinya, menghadirkan Jeremy Nicholls dari SROI Network UK sekarang bernama Social Value International (SVI) sebagai fasilitatornya.

Di tahun 2015, SII bersama Dompet Dhuafa, CECT Trisakti dan IPB membentuk perkumpulan SROI Network Indonesia yg sekarang bernama Social Value Indonesia (SVID) sebagai perwakilan SVI di Indonesia.

Pada tahun 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai mengintegrasikan metode SROI sebagai salah satu prasyarat untuk meraih peringkat PROPER Emas dalam Permen LHK No. 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Lalu bagaimana perkembangan SROI di Indonesia selama 1 dekade ini?
Apakah semakin berkembang menggembirakan atau malah sebaliknya.
Dan bagaimana tren SROI kedepannya?

🚀 Saatnya ikut terlibat! Dengan semakin luasnya adopsi SROI, kini adalah waktu yang tepat bagi organisasi, perusahaan, dan individu untuk memahami serta mengimplementasikan metode ini. Bersama, kita dapat membangun masa depan yang lebih berdampak. 🌍✨

Untuk itu, kami mengundang Sahabat SIRD untuk membicangkan beberapa hal tersebut di atas, pada:

   📆  Hari/tgl: Jumat, 31 Januari 2025
   🕒  Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
   🎦 Tempat: Zoom Meeting

 

Narasumber:

  1. Jalal – Social Investment Indonesia
  2. W. Aris Darmono – Social Investment Indonesia
  3. Purnomo – Social Investment Indonesia
     

 

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

 

Terima kasih


Narahubung:
Rizal | 085220353655

Tahukah Anda? Indonesia, dengan 17.508 pulau dan wilayah laut seluas lebih dari 290.000 km², memiliki posisi unik untuk memimpin ekonomi biru global. Dengan 22,6% mangrove dunia dan 18% terumbu karang dunia, Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia yang luas (3 juta km²) memiliki signifikansi ekologis dan ekonomis yang luar biasa. Namun, meskipun memiliki potensi yang luar biasa ini, sektor maritim hanya menyumbang 7,6% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2021, jauh di bawah target ambisius sebesar 15% pada tahun 2045.

The World Bank memperkirakan bahwa ekonomi biru Indonesia dapat menambah hingga $6 miliar ke ekonomi nasional pada tahun 2030, tetapi untuk mencapainya dibutuhkan pendekatan transformasional. Dengan mengintegrasikan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan, Indonesia dapat mengoptimalkan potensi sumber daya lautnya sambil memastikan ketahanan ekonomi dan lingkungan jangka panjang.

Melalui kolaborasi lintas industri, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan komunitas lokal yang ada, ekosistem seperti ini dapat mendorong inovasi, meningkatkan kesejahteraan, dan membuka potensi pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

SIRD Seri ke-72 kali ini akan membahas langkah untuk wujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui ekonomi biru yang berkelanjutan. Masa depan kita ada di lautan—sudah waktunya kita berinvestasi pada inovasi dan menjaga ekosistem yang menjadi sumber kehidupan bagi bangsa! 🌊✨

Untuk itu, kami mengundang Sahabat SIRD untuk membicangkan beberapa hal tersebut di atas, pada:

   📆  Hari/tgl: Jumat, 17 Januari 2025
   🕒  Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
   🎦 Tempat: Zoom Meeting

 

Narasumber:

  1. Jalal – Social Investment Indonesia
  2. William Hendradjaja – BISA
  3. Dina Kosasih – Pesisir Lestari
     

 

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

 

Terima kasih


Narahubung:
Rizal | 085220353655

Tahun 2024 akan segera berlalu, meninggalkan sejumlah tantangan yang harus dijawab oleh seluruh umat manusia. Isu perubahan iklim yang semakin kompleks, ketimpangan kaya dan miskin yang semakin membesar, kerusakan lingkungan yang semakin masif, kohesi sosial yang semakin merenggang, dan berbagai tantangan lainnya.

Di satu sisi, kita semua mempunyai tanggung jawab kolektif untuk memastikan terciptanya dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Di titik inilah pentingnya semua pihak memberikan kontribusi yang terbaik untuk tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Isu keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tapi juga seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Dengan semakin tingginya kesadaran tentang pentingnya keberlanjutan sosial dan lingkungan, investasi sosial berpotensi menjadi pilar penting dalam mendorong perubahan positif di masyarakat. Di mana, untuk memaksimalkan potensi ini, kolaborasi antar sektor, transparansi yang lebih baik, dan standar yang jelas dalam pengukuran dampak harus terus ditingkatkan.

SIRD kali ini akan mengupas tentang berbagai isu yang dibahas dalam Indonesia Social Investment Forum (ISIF) 2024 awal bulan ini. Dan sekaligus mencoba meneropong apa saja tren keberlanjutan di tahun 2025, baik di tingkat global maupun secara spesifik di Indonesia.

Untuk itu, kami mengundang Sahabat SIRD untuk membicangkan beberapa hal tersebut di atas, pada:

   📆  Hari/tgl: Jumat, 27 Desember 2024
   🕒  Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
   🎦 Tempat: Zoom Meeting

 

Narasumber:

  1. Jalal – Social Investment Indonesia
  2. W. Aris Darmono – Social Investment Indonesia
  3. Sonny S. Sukada – Social Investment Indonesia
  4. Purnomo – Social Investment Indonesia
  5. Fajar Kurniawan – Social Investment Indonesia

 

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih


Narahubung:
Arief | 0877 5570 7171

INDONESIA SOCIAL INVESTMENT FORUM
The Most Favorite CSR Event in Indonesia.

Rutin digelar setiap tahun, Indonesia Social Investment Forum (ISIF) selalu menampilkan beragam konsep, wawasan, dan tren investasi sosial bersama para pebisnis gobal dan pakar nasional.

Seluruhnya dikemas dalam music performance, one day training, insightful seminar, breakout session, networking, dan gathering lunch yang memberikan pengalaman unik dan berkesan.

ISIF selalu sukses yang terdepan memberikan update perkembangan dan pemahaman, juga dinanti peserta dari berbagai kalangan.

Inovasi Sosial dan Percepatan Pencapaian SDGs menjadi tema utama yang akan dihadirkan.
Inovasi Sosial seperti apa dan bagaimana kontribusinya?
Nantikan ISIF ke-9 yang digelar awal Desember nanti.

 

Dengan tema : “Inovasi Sosial sebagai Kontributor Utama untuk Percepatan Pencapaian SDGs di Indonesia”

Acara akan diadakan pada:
🗓 Tanggal : 10 – 12 Desember 2024
🕗 Waktu : 08.00 – 15.30 WIB
📍 Lokasi : The Trans Luxury Hotel Bandung*

Book tiketnya. Tunggu kejutannya❗

 

 

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih

 

 

Info lanjut:
– Sidra 📲 wa.me/+6289635844084

Biodiversitas dan ekosistem memainkan peran menonjol dalam banyak aspek Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan target terkait. Mereka menopang sebagian besar pertanian modern. Yang berarti merupakan pusat dari banyak kegiatan ekonomi, baik pertanian, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Ini tentunya memberikan kontribusi langsung terhadap kesejahteraan dan prioritas pembangunan.

Secara global, separuh populasi manusia mungkin juga mempunyai ketergantungan pada sumber daya alam sebagai mata pencahariannya, dan banyak di antaranya bergantung secara langsung pada keanekaragaman hayati untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yuk kita cari tahu hubungan penting ketiganya; SDGs, biodiversitas, dan pangan di diskusi seru SIRD minggu ini.

📆Hari/tgl: Jumat, 1 November 2024
🕒Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
🎦 Tempat: Zoom Meeting

 

Narasumber:

  1. Prof. Aman Wirakartakusumah – SEAFAST Center, IPB University
  2. Helianti Hilman – JAVARA
  3. Jalal- Social Investment Indonesia

 

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih


Narahubung:
Arief | 0877 5570 7171

Saat ini, situasi global berada pada ancaman krisis iklim. Sebagai upaya meredamnya dan mencapai masa depan berkelanjutan, transisi energi menjadi salah satu solusinya. Ini merupakan bagian dari upaya besar dekarbonisasi untuk menanggulangi fenomena perubahan iklim.

Transisi energi adalah perubahan sistematis dari energi konvensional ke sumber energi yang lebih bersih, terbarukan, dan berkelanjutan. Dengan beralih ke sumber energi terbarukan dan berkelanjutan, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang berpotensi merugikan lingkungan.

Sumber energi bersih dari alam ada dan melimpah, namun teknologi belum dapat memanfaatkannya dengan optimal. Beberapa alternatifnya dapat berasal dari energi matahari, angin, hidro, biomassa, dan lainnya.

Mengapa ketergantungan pada bahan bakar fosil masih sangat tinggi?
Apakah transisi energi hal yang mendesak saat ini?
Bagaimana prospek masa depan transisi energi di Indonesia?

Yang sudah kangen diskusi SIRD, pekan ini luangkan waktu untuk sama-sama menyimak topik yang membangkitkan energi.

📆Hari/tgl: Jumat, 11 Oktober 2024
🕒Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
🎦 Tempat: Zoom Meeting

 

Narasumber:

  1. Yudha Permana Jayadikarta – Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI)
  2. Muhamad Reza – PT PLN Nusantara Power
  3. Jalal- Social Investment Indonesia

 

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih


Narahubung:
Arief | 0877 5570 7171

Saat ini, situasi global berada pada ancaman krisis iklim. Sebagai upaya meredamnya dan mencapai masa depan berkelanjutan, transisi energi menjadi salah satu solusinya. Ini merupakan bagian dari upaya besar dekarbonisasi untuk menanggulangi fenomena perubahan iklim.

Transisi energi adalah perubahan sistematis dari energi konvensional ke sumber energi yang lebih bersih, terbarukan, dan berkelanjutan. Dengan beralih ke sumber energi terbarukan dan berkelanjutan, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang berpotensi merugikan lingkungan.

Sumber energi bersih dari alam ada dan melimpah, namun teknologi belum dapat memanfaatkannya dengan optimal. Beberapa alternatifnya dapat berasal dari energi matahari, angin, hidro, biomassa, dan lainnya.

Mengapa ketergantungan pada bahan bakar fosil masih sangat tinggi?
Apakah transisi energi hal yang mendesak saat ini?
Bagaimana prospek masa depan transisi energi di Indonesia?

Yang sudah kangen diskusi SIRD, pekan ini luangkan waktu untuk sama-sama menyimak topik yang membangkitkan energi.

📆Hari/tgl: Jumat, 11 Oktober 2024
🕒Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
🎦 Tempat: Zoom Meeting

 

Narasumber:

  1. Yudha Permana Jayadikarta – Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI)
  2. Muhamad Reza – PT PLN Nusantara Power
  3. Jalal- Social Investment Indonesia

 

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih


Narahubung:
Arief | 0877 5570 7171

Sesuai namanya, program PROPER mengandung filosofi yang mulia, mendorong perusahaan berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan. Tujuannya tentu agar perlakuannya ke lingkungan menjadi proper, alias patut, layak, atau pantas.

Untuk menjadi benar-benar proper (baca: patut) ternyata banyak drama. Mulai di persiapan, implementasi, sampai komunikasi. Drama ini yang menimbulkan beragam interpretasi atau rasan dari perusahaan.

Keikutsertaan perusahaan yang harusnya wajib di PROPER menjadi terdistraksi dan tenggelam dengan pemahaman PROPER sebagai beban, peringkat jebakan, atau bahkan kulminasi dari semua pencapaian .

AGAK LAEN 2 semakin LAEN kali ini dengan topik yang mengangkat isu “pinggir jurang” dengan kemasan santai dan gaya satire. Yuk nimbrung di obrolan seru SIRD seri ke-68.

Hari/tgl: Jumat, 16 Agustus 2024
Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
Tempat: Zoom Meeting

Narasumber:

  1. W. Aris Darmono – Social Investment Indonesia
  2. Jalal – Social Investment Indonesia
  3. Fajar Kurniawan – Social Investment Indonesia

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih


Narahubung:
Arief | 0877 5570 7171

Ekosistem lahan basah di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Lahan basah yang meliputi bakau, lahan gambut, rawa-rawa, sungai, danau, delta dll, memiliki peran penting dalam memberikan keseimbangan maupun kesejahteraan.

Namun, dewasa ini ekosistem lahan basah sedang mengalami ancaman akibat krisis lingkungan yang sedang terjadi. Tanpa ada antisipasi, berbagai dampak negatif telah dan akan dihadapi. Sektor bisnis maupun industri juga bertanggungjawab dan harus bertindak jika pengelolaannya berdampak ke terdegradasinya lahan basah.

Sepenting apa ekosistem lahan basah untuk kehidupan?
Bagaimana pelestarian dan pengelolaannya yang berkelanjutan?

Menyambut Hari Mangrove Sedunia yang jatuh tepat pada Jumat nanti. Amankan tanggal 26 Juli. Waktunya memperkaya pemahaman dan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga selalu “basah”, di obrolan seru SIRD seri ke-67.

Hari/tgl: Jumat, 26 Juli 2024
Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
Tempat: Zoom Meeting

Narasumber:

  1. Ir. Irvan Wahyudrajad, MMT – Bappedalitbang Kota Surabaya
  2. Onrizal, Ph.D. – Universitas Sumatera Utara
  3. Jalal – Social Investment Indonesia

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih


Narahubung:
Arief | 0877 5570 7171

Inovasi sosial mengubah cara pandang berbinis? Yang seperti apa? Bagaimana penerapannya? Memang, konsep inovasi sosial telah mendapatkan banyak perhatian selama beberapa dekade terakhir.

Berbeda dengan sektor swasta, di mana inovasi sering kali berkisar pada pengembangan produk dan perluasan pasar, inovasi sosial mengacu pada proses pengembangan dan penerapan solusi baru untuk mengatasi tantangan sosial secara efektif.

Inovasi sosial dianggap sangat relevan untuk mengatasi “wicked problems”, yang didefinisikan sebagai permasalahan yang sulit dipecahkan karena sifatnya yang kompleks dan saling terkait.

Kesempatan nih untuk meningkatkan pemahaman kita tentang seberapa penting kontribusi inovasi sosial, di obrolan seru SIRD seri ke-66.

Hari/tgl: Jumat, 5 Juli 2024
Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
Tempat: Zoom Meeting

Narasumber:

  1. Davit Manalu – Krealogi oleh Du Anyam
  2. Arief Fatullah – Great Giant Foods
  3. Jalal – Social Investment Indonesia

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih


Narahubung:
Arief | 0877 5570 7171

SROI saat ini dianggap ampuh untuk mengukur dan mengomunikasikan dampak sosial, jika digunakan dengan tepat dan bertanggung jawab.

Kedelapan prinsipnya, patut dipahami dan diterapkan, tanpa kecuali. Jika tidak, penyimpangan, penyelewengan, dan manipulasi Laporan SROI semakin dianggap wajar dan menjadi-jadi. Seperti saat ini. Kita berada di situasi darurat SROI. Mayday! Mayday!

Untuk memaksimalkan efektivitas SROI, penting untuk menentukan tujuan dan ruang lingkup, pelibatan pemangku kepentingan, mengikuti pedoman dan standar, dan menggunakan alat ini sebagai laporan investasi sosial yang ideal sesuai marwahnya.

Mengapa penyimpangan masih saja terjadi?
Apa bentuk penyimpangannya?
Bagaimana sikap dan tanggung jawab kita dengan situasi ini?

Jangan ketinggalan kalau kamu merasa pelaku investasi sosial yang berintegritas, mari tuntaskan pemahamannya di bincang-bincang SIRD seri ke-65.

Hari/tgl: Jumat, 14 Juni 2024
Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
Tempat: Zoom Meeting

Narasumber:

  1. Purnomo – Social Value Indonesia
  2. Wahyu Aris Darmono – Social Investment Indonesia
  3. Jalal – Social Investment Indonesia

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih


Narahubung:
Arief | 0877 5570 7171

Dalam era bisnis modern, semakin banyak Perusahaan yang mengimplementasikan pendekatan keberlanjutan terhadap kegiatan operasionalnya, dalam hal ini adalah investasi sosial. Terdapat beberapa konsep yang dapat diaplikasikan Perusahaan, salah satunya adalah Environmental, Social, and Governance (ESG).

Investasi sosial dan ESG memiliki keterkaitan erat dalam pelaksanaannya. Dimana ESG dijadikan sebagai panduan dalam mengidentifikasikan dan menilai peluang investasi sosial. Contoh integrasinya adalah Perusahaan sebagai investor menggunakan sistem penilaian ESG untuk mengidentifikasikan dan menilai peluang kegiatan investasi sosial yang dikelola. Dengan memenuhi kriteria ESG sebagai sistem penilaian, Perusahaan sebagai investor dianggap memiliki kontribusi dalam keberlanjutan.

Bagaimana mengintegrasikan konsep ESG dalam kegiatan investasi sosial Perusahaan, sehingga dapat memiliki nilai lebih di mata semua pemangku kepentingan?

Yuk gabung di bincang-bincang Social Investment Roundtable Discussion (SIRD) Goes to Campus yang akan dilaksanakan pada:
Hari/tgl: Kamis, 6 Juni 2024
Waktu: 15.30 – 17.30 WIB
Tempat: Gedung B1 SKPM IPB
Online: Zoom Meeting & Youtube Live

Narasumber:

  1. Fiki Abu Bakar – PT Indo Tambangraya Megah, Tbk
  2. Fajar Kurniawan – Social Investment Indonesia
  3. Jalal – Social Investment Indonesia

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Update info dengan:
Gabung di WAG Sahabat SIRD: https://bit.ly/SahabatSIRD

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih


Narahubung:
Arief | 0877 5570 7171

Keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dalam rantai kehidupan manusia, yaitu sebagai sistem pendukung kehidupan. Keanekaragaman hayati mencakup semua bentuk kehidupan, termasuk gen, spesies, tumbuhan, hewan, mikroorganisme, ekosistem serta proses-proses ekologi.

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang mengagumkan. Ada lebih 17.000 pulau yang menjadi habitat untuk berbagai flora dan fauna walaupun luas daratannya hanya 1,3% dari luas dunia. Sebuah anugerah yang harus dikelola dan dimanfaatkan sebaik dan sebijak mungkin.

Bagaimana konservasi tetap dikedepankan, potensi terus digali untuk menjadikan kekayaan nasional ini sebagai aset pembangunan yang berkelanjutan. Yuk gabung di bincang-bincang SIRD seri ke-64.

?Hari/tgl: Jumat, 17 Mei 2024
?Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
?Tempat: Zoom Meeting

Narasumber:

  1. Nunu Anugrah, S.Hut, M.Sc – Ditjen KSDAE KLHK
  2. Jasmine NP Doloksaribu – Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas
  3. Jalal – Social Investment Indonesia

⭐WEBINAR GRATIS⭐

Daftar di link ini:

Kami tunggu kehadirannya.

Terima kasih


Narahubung:
Arief | 0877 5570 7171