[socialinvestment.id] — Bogor, 16 Juli 2026 – Social Investment Indonesia (SII) kembali menyelenggarakan pelatihan Social Assessment and Stakeholder Management for Strategic Social Investment (SASM) Batch 6 pada Rabu–Kamis, 15–16 Juli 2026 di Royal Padjadjaran Hotel, Bogor. Pelatihan intensif selama dua hari ini dirancang untuk memperkuat kapasitas para praktisi, akademisi, dan profesional dalam memahami asesmen sosial serta pengelolaan pemangku kepentingan sebagai fondasi utama penyusunan strategi investasi sosial yang efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Pelatihan difasilitasi oleh Wahyu Aris Darmono, Senior Advisor Social Investment Indonesia (SII), yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan strategi investasi sosial, pengelolaan risiko sosial, dan stakeholder engagement di berbagai sektor industri. Melalui kombinasi materi konseptual, studi kasus, dan diskusi berbasis pengalaman lapangan, peserta diajak memahami bagaimana asesmen sosial dapat menjadi instrumen strategis dalam menghasilkan program-program keberlanjutan yang berdampak.

Meski diikuti oleh tujuh peserta, SASM Batch 6 menghadirkan keragaman perspektif yang sangat kaya. Peserta berasal dari berbagai institusi dengan latar belakang akademik, korporasi, hingga konsultan profesional yang selama ini aktif dalam bidang pembangunan masyarakat, keberlanjutan, dan investasi sosial.
Dari kalangan akademisi, hadir peneliti dari Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang membawa perspektif ilmiah mengenai pembangunan pedesaan dan pemberdayaan masyarakat. Pelatihan ini juga diikuti oleh Prof. Dr. Siti Azizah, S.Pt., M.Sos., M.Commun. dari Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya, Malang, yang memperkaya diskusi melalui pengalaman riset multidisiplin pada isu pembangunan sosial, komunikasi, dan pengembangan masyarakat.
Sementara itu, dari sektor industri hadir perwakilan PT Astra Honda Motor, yang berbagi praktik penerapan tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Turut bergabung pula Direktur sekaligus Community & External Relation Head PT Kalamanthana Alam Lestari, yang membagikan pengalaman praktis dalam mengelola hubungan dengan masyarakat di sektor kehutanan dan sumber daya alam. Kehadiran peserta dari kalangan konsultan kehutanan dan lingkungan semakin memperkaya diskusi mengenai dinamika sosial di wilayah operasional perusahaan dan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan.

Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai pendekatan strategis mulai dari pemetaan konteks sosial, identifikasi isu material, analisis stakeholder, teknik pengumpulan dan analisis data lapangan, hingga penyusunan rekomendasi investasi sosial berbasis bukti (evidence-based social investment). Materi tidak hanya disampaikan melalui pemaparan teori, tetapi juga diperkaya dengan simulasi, latihan kelompok, studi kasus, serta pertukaran pengalaman antarpeserta yang berasal dari berbagai sektor.

Suasana pembelajaran berlangsung dinamis dan interaktif. Diskusi yang terbangun menunjukkan bahwa setiap sektor menghadapi tantangan sosial yang berbeda, namun memiliki kebutuhan yang sama, yaitu memahami kondisi masyarakat secara lebih mendalam sebelum merancang intervensi sosial. Beragam pengalaman peserta menjadi ruang belajar bersama yang memperkaya pemahaman mengenai pentingnya asesmen sosial sebagai dasar pengambilan keputusan yang akurat dan pengelolaan stakeholder yang lebih efektif.
Melalui penyelenggaraan SASM Batch 6, Social Investment Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem investasi sosial yang profesional, berbasis pengetahuan, dan berorientasi pada dampak. Asesmen sosial yang berkualitas serta pengelolaan stakeholder yang sistematis merupakan elemen penting untuk memastikan setiap program investasi sosial tidak hanya responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan nilai bersama (shared value) yang berkelanjutan bagi masyarakat, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, SII berharap para peserta dapat mengimplementasikan berbagai metodologi dan pendekatan yang diperoleh selama pelatihan di lingkungan kerja masing-masing. Dengan demikian, strategi investasi sosial yang dikembangkan tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga menjadi instrumen transformasi yang mampu memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat serta menghasilkan dampak sosial yang lebih luas, terukur, dan berkelanjutan. [PAI]
Media Contact:
Paimun Karim
Knowledge Management Manager
Social Investment Indonesia (SII)
📱 +62 813-8808-511
📧 [email protected]
🌐 https://socialinvestment.id

