← Seluruh

SII Selenggarakan Training Impact-Based Project Management untuk Proyek Sosial Berdampak

[debug_author_post]

Daftar Isi

[socialinvestment.id]Surabaya, 22 Juli 2026 – Sering kali ditemukan proyek atau program investasi sosial perusahaan yang belum sepenuhnya dapat memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan. Menjawab tantangan tersebut, Social Investment Indonesia (SII) kembali menyelenggarakan Learning Series melalui pelatihan “Impact-Based Project Management for Social Investment Program #Batch17” yang berlangsung pada 21–23 Juli 2026 di Mövenpick Surabaya City.

Pelatihan intensif selama tiga hari ini diikuti oleh para praktisi dan pengelola program CSR dari berbagai perusahaan terkemuka, di antaranya delegasi dari PT Ganda Alam Makmur, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT TPPI, serta Fasilitator Program UMKM.

“Meski baru 1 hari pelatihan, saya jadi bisa memahami bagaimana menyusun program yang baik untuk masyarakat, karena selama ini kami sudah menjalankannya namun belum terarah. Jadi terima kasih sekali atas pelatihan ini”, pungkas Dody Zakaria, PT Ganda Alam Makmur

Kegiatan ini difasilitasi secara langsung oleh Fajar Kurniawan, Managing Director Social Investment Indonesia, yang telah berpengalaman mendampingi berbagai program CSR dan investasi sosial lintas sektor di Indonesia.

Secara konseptual, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman sekaligus keterampilan praktis peserta dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi program investasi sosial. Salah satu pendekatan utama yang ditekankan adalah penggunaan kerangka kerja Logical Framework Analysis (LFA). Dengan metode LFA, peserta dibekali kemampuan untuk melakukan analisis yang presisi dan menyusun desain proyek jangka panjang yang terstruktur demi tercapainya keberlanjutan program.

Dinamika dan antusiasme kelas terlihat sangat hidup sejak hari pertama. Para peserta tidak hanya menyimak pemaparan materi dari fasilitator, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam diskusi dan studi kasus.

Puncak interaksi terlihat pada sesi hari kedua, di mana peserta dibagi ke dalam kelompok untuk merumuskan dan mempresentasikan “Diagram Pohon Tujuan”. Praktik ini merupakan langkah esensial dalam LFA untuk memetakan akar masalah dan merumuskan tujuan intervensi sosial yang tepat sasaran.

Melalui training Batch 17 ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ke dalam wilayah operasi masing-masing. Dengan pengelolaan proyek yang terukur dan berbasis dampak, diharapkan inisiatif tersebut dapat terus menguatkan bukti nyata dari investasi keberlanjutan dalam strategi bisnis perusahaan secara jangka panjang. [RCI]

Media Contact:

Paimun Karim
Knowledge Management Manager
Social Investment Indonesia (SII)
📱 +62 813-8808-511
📧 [email protected]
🌐 https://socialinvestment.id