[socialinvestment.id] — Jakarta, 30 Juli 2026 — PT Pertamina (Persero) menggelar Rapat Konsolidasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Community in Development (CID) Pertamina Grup bertajuk “Best Practice Social Return on Investment (SROI): Mengukur Nilai dan Dampak Program TJSL secara Terukur” di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta Pusat. Sekitar 100 anggota Tim TJSL/CID dan Social Investment dari Pertamina Group turut hadir.
Social Investment Indonesia (SII) didapuk sebagai narasumber, diwakili Purnomo, Senior Advisor SII. Ia memaparkan konsep, metodologi, dan praktik terbaik penerapan SROI dalam pengelolaan program TJSL, dilengkapi pengalaman lapangan menilai dan mengembangkan program CSR berbasis dampak.
Materi diawali dari fundamental dan delapan prinsip inti SROI versi Social Value International, mencakup pelibatan pemangku kepentingan (stakeholder engagement), pemahaman atas perubahan yang terjadi, penilaian hal yang benar-benar bermakna, hingga prinsip tidak melebih-lebihkan klaim dampak. Purnomo memaparkan enam tahapan penilaian SROI, dari penetapan ruang lingkup dan pemetaan outcome hingga pengumpulan data dan monetisasi dampak, termasuk faktor deadweight, attribution, displacement, dan drop-off agar hasil pengukuran tetap proporsional.
Sebagai studi kasus, dipaparkan penerapan SROI pada Program Konservasi Hiu Paus Kwatisore milik PT Pertamina International Shipping (PIS) periode 2023–2025, yang melibatkan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, nelayan bagan, pengelola Desa Energi Berdikari, dan kelompok UMKM setempat. Nilai SROI program ini tercatat 2,25, artinya setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat sosial senilai Rp2,25.
Pada sesi penutup, tujuh kelompok peserta melakukan simulasi analisis laporan SROI untuk menilai kesesuaiannya dengan tahapan penilaian yang dipaparkan. Tiga kelompok dengan analisis terbaik mendapat apresiasi dari PT Pertamina (Persero).
Peserta menyambut positif materi ini. Penjelasan SROI dinilai memperkuat pemahaman teoritis sekaligus praktik penyusunan laporan sesuai prinsip Social Value International, serta meningkatkan keyakinan bahwa dampak program CSR dapat diukur dan berkontribusi balik bagi perusahaan.
Pelatihan ini menegaskan peran SII dalam memperkuat pengukuran dampak sosial berbasis SROI di lingkungan TJSL BUMN.
Media Contact:
Paimun Karim
Knowledge Management Manager
Social Investment Indonesia (SII)
📱 +62 813-8808-511
📧 [email protected]
🌐 https://socialinvestment.id


