Bisnis Sosial dan BoP – Bagian Keempat

Oleh: Jalal Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia Tulisan pertama kami pada seri tulisan ini mengungkapkan bahwa perusahaan komersial maupun sosial yang ingin menerapkan strategi bisnis dengan kelompok-kelompok miskin—secara umum disebut strategi Bottom of the Pyramid atau BoP—akan menghadapi tantangan kapabilitas.  Secara detail, ada 22 kapabilitas yang perlu dikembangkan, termasuk...

Bisnis Sosial dan BoP – Bagian Ketiga

Oleh: Jalal Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia Apakah model-model bisnis konvensional bisa kompatibel dalam membantu kelompok-kelompok miskin yang berada pada the base of the pyramid (BoP)?  Tampaknya tidak demikian.  Model-model bisnis konvensional yang dikenal hingga sekarang memiliki kecenderungan untuk memiliki perhatian tunggal, sehingga ‘membantu’ kelompok-kelompok miskin akan dianggap sebagai...

Bisnis Sosial dan BoP – Bagian Kedua

Oleh: Jalal Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia “Poverty alleviation will become a business development task.”  Demikian ramalan profesor manajemen terkemuka, C.K. Prahalad, ketika merumuskan pendekatan The Fortune at the Bottom of the Pyramid 16 tahun lampau.  Tak banyak orang yang setuju ketika itu.  Sebagian besar orang berpikir bahwa pengentasan...

Bisnis Sosial dan BoP – Bagian Pertama

Oleh: Jalal  Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia BoP (bottom of the pyramid atau base of the pyramid) adalah istilah yang dipergunakan oleh ahli manajemen CK Prahalad untuk menggambarkan kelompok sosial ekonomi yang hidup dengan pengeluaran setara dengan USD2,5 per hari. Bersama dengan Stuart Hart, di tahun 2004 Prahalad menulis...

Resensi Buku: Memanfaatkan Bisnis sebagai Kekuatan Keberlanjutan

Oleh: Jalal * Chairperson of Advisory Board – Social Investment Indonesia   “We cannot close our eyes to the challenges the world faces. Business must make an explicit contribution to addressing them.”  – Paul Polman, CEO Unilever (2009-2018) Dua raksasa dalam ilmu manajemen seakan tak pernah berhenti berperang. Di satu sisi, Milton Friedman selalu mengingatkan...

Mengapa Popularitas Bisnis Sosial Terus Menanjak?

Oleh Jalal Chairperson of Advisory Board Social Investment Indonesia Walaupun definisi bisnis sosial sangatlah banyak, namun setelah membandingkan puluhan literatur, saya mendapat wawasan bahwa bisnis sosial memiliki 5 ciri primer dan 2 ciri sekunder. Ciri primer pertamanya yaitu didirikan dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Kedua, memanfaatkan mekanisme pasar untuk memecahkan masalah. Dalam...

Regulasi tentang Bisnis Sosial

Salah satu pertanyaan yang paling kerap diajukan ketika diskusi tentang bisnis atau perusahaan sosial berlangsung adalah tentang badan hukumnya. Sebagai organisasi hibrida yang mengejar tujuan sosial dan bisnis sekaligus,secara ideal memang seharusnya memiliki bentuk tersendiri. Demikian yang dinyatakan oleh banyak pakar hukum di bidang ini. Kemudian, pendirian tersebut melahirkan regulasi-regulasi yang sesuai...

Bagaimana Perusahaan Berkontribusi kepada SDGs?

Oleh: Jalal Jalal Chairperson of Advisory Board – Social Investment Indonesia Ketua Badan Kompetensi – Corporate Forum for Community Development Sudah ada banyak dokumen yang dibuat oleh berbagai lembaga di tingkat global yang  dibuat untuk menjawab pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini.  Jawaban-jawabannya terkadang teoretis atau setidaknya konseptual, namun kebanyakan bersifat sangat praktis.  Satu sama...

Menyelamatkan Hutan Sebagai Bagian CSR

Menyelamatkan Hutan Sebagai Bagian Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Oleh : Jalal dan Fajar Kurniawan Dalam dunia yang semakin sadar terhadap isu-isu lingkungan, konservasi dan rehabilitasi hutan menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan. Tidak terkecuali perusahaan. Hutan—terutama hutan hujan tropis—adalah sumber kehidupan yang sangat penting. Kekayaan keanekaragaman hayatinya sangat mencengangkan, juga jasa dari...