Apakah ESG Bisa Menjamin Keberlanjutan Perusahaan Pertambangan dan Dunia?

Awal pekan ini Jalal mewakili Social Investment Indonesia mendapat undangan untuk berbicara dalam forum diskusi yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan EITI (Extractive Industries Transparency Initiative) Indonesia. Topik yang dibahas mengenai Environmental, Social and Governance (ESG) transparansi dalam industri pertambangan. Ada empat pertanyaan yang diajukan...

Mengapa Perlu Belajar SROI?

Selama ini Anda kesulitan mengkomunikasikan dampak program CSR pada internal maupun eksternal perusahaan Anda? Apakah mungkin program CSR tersebut belum ter-evaluasi dengan baik? Atau bahkan belum mengetahui seberapa besar dampaknya? Itulah beberapa pertanyaan mengapa Anda perlu belajar SROI yang dapat meningkatkan kemampuan CSR anda, dengan mengikuti pelatihan "Pengukuran Dampak Program...

Bisnis Sosial dan BoP – Bagian Keempat

Oleh: Jalal Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia Tulisan pertama kami pada seri tulisan ini mengungkapkan bahwa perusahaan komersial maupun sosial yang ingin menerapkan strategi bisnis dengan kelompok-kelompok miskin—secara umum disebut strategi Bottom of the Pyramid atau BoP—akan menghadapi tantangan kapabilitas.  Secara detail, ada 22 kapabilitas yang perlu dikembangkan, termasuk...

Bisnis Sosial dan BoP – Bagian Ketiga

Oleh: Jalal Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia Apakah model-model bisnis konvensional bisa kompatibel dalam membantu kelompok-kelompok miskin yang berada pada the base of the pyramid (BoP)?  Tampaknya tidak demikian.  Model-model bisnis konvensional yang dikenal hingga sekarang memiliki kecenderungan untuk memiliki perhatian tunggal, sehingga ‘membantu’ kelompok-kelompok miskin akan dianggap sebagai...

Bisnis Sosial dan BoP – Bagian Kedua

Oleh: Jalal Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia “Poverty alleviation will become a business development task.”  Demikian ramalan profesor manajemen terkemuka, C.K. Prahalad, ketika merumuskan pendekatan The Fortune at the Bottom of the Pyramid 16 tahun lampau.  Tak banyak orang yang setuju ketika itu.  Sebagian besar orang berpikir bahwa pengentasan...

Bisnis Sosial dan BoP – Bagian Pertama

Oleh: Jalal  Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia BoP (bottom of the pyramid atau base of the pyramid) adalah istilah yang dipergunakan oleh ahli manajemen CK Prahalad untuk menggambarkan kelompok sosial ekonomi yang hidup dengan pengeluaran setara dengan USD2,5 per hari. Bersama dengan Stuart Hart, di tahun 2004 Prahalad menulis...

Kate Raworth dan Perusahaan Sosial

Oleh: Jalal Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia Kate Raworth menulis buku ekonomi yang sangat terkenal, Doughnut Economics: Seven Ways to Think Like a 21st-Century Economist.  Ide untuk buku yang terbit di tahun 2017 itu sudah dibangun di sebuah makalah yang ditulis Raworth 5 tahun sebelumnya.  Makalah, buku dan juga...

Strategi CSR Perusahaan Tambang dan Migas dalam Pemulihan Ekonomi Daerah

Oleh: Jalal Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia Majalah Tambang meminta saya untuk berbagi gagasan tentang ‘Strategi dan Penguatan Program CSR di Lingkar Tambang’ pada acara Peran CSR dan Strategi Pemulihan Ekonomi Daerah. Tulisan ini dimaksudkan untuk memaparkan hal-hal apa saja yang menurut saya penting diperhatikan oleh perusahaan tambang dan...

Menjaga Relevansi Perusahaan di Masa Depan

Oleh: Jalal Pimpinan Dewan Penasihat - Social Investment Indonesia   “The purpose of business is to produce profitable solutions to the problems of people and planet, and not to profit from producing problems for people and planet.” – Colin Mayer, 2018. Sepanjang satu tahun situasi pandemi COVID-19 ini saya memiliki lebih banyak waktu...

Strategi Keberlanjutan Bisnis Sosial – Bagian Keempat

Oleh: Jalal - Pimpinan Dewan Penasihat Social Investment Indonesia Tulisan terdahulu menguraikan bagaiamana Hahn (2021) menguraikan empat bentuk hibriditas terkait keberlanjutan bisnis, dengan menyilangkan antara dimensi integrasi dan otonomi. Dari dua dimensi keberlanjutan itu, Hahn memerkenalkan adanya hibriditas seremonial (integrasi lemah dan otonomi rendah), hibriditas kontingen (integrasi kuat dan otonomi...

Strategi Keberlanjutan Bisnis Sosial – Bagian Ketiga

Oleh: Jalal - Pimpinan Dewan Penasihat Social Investment Indonesia Tulisan sebelumnya telah menguraikan bagaimana perubahan-perubahan pada seluruh sektor industri terkait dengan keberlanjutan telah membuat perusahaan sosial yang masuk ke dalam industri manapun penting untuk mengadopsi keberlanjutan sebagai model bisnis. Apalagi, kalau praktik-praktik keberlanjutan yang khas untuk industrinya sudah menjadi praktik...

Milton Friedman dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, 50 Tahun Kemudian

oleh: Jalal Chairperson of Advisory Board Social Investment Indonesia Pada tanggal 13 September 1970, sebuah artikel yang berjudul dahsyat: The Social Responsibility of Business is to Increase Its Profits muncul di majalah The New York Times. Siapapun yang ingin membaca artikel klasik itu, dengan mudah akan menemukannya, termasuk di sini: http://umich.edu/~thecore/doc/Friedman.pdf Pengarangnya adalah...